42 area rehat layani perjalanan sepanjang Tol Trans Jawa

42 area rehat layani perjalanan sepanjang Tol Trans Jawa

Bekasi (ANTARA) – PT. Jasamarga Transjawa Tol (JTT) menyiapkan sebanyak 42 titik area rehat atau rest area secara optimal guna melayani mobilitas pengendara di sepanjang Ruas Tol Trans Jawa sebagai komitmen mendukung perjalanan yang Terjamin, nyaman dan Fasih.

Vice President Corporate Secretary & Absah PT JTT Ria Marlinda Paallo memastikan optimalisasi kesiapan layanan area rehat mencakup Variasi fasilitas pendukung Kepada memenuhi kebutuhan pengguna jalan, mulai area parkir, tempat ibadah, toilet, pusat Hidangan, stasiun pengisian bahan bakar Biasa (SPBU) hingga pengisian daya kendaraan listrik.

“Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya kami dalam menghadirkan layanan jalan tol yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan perjalanan,” katanya di Bekasi, Minggu.

Menurut dia, keberadaan area rehat Mempunyai peran Krusial dalam mendukung keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna jalan yang menempuh perjalanan jarak jauh di koridor Tol Trans Jawa.

Pihaknya Lalu memastikan agar seluruh fasilitas maupun layanan di area rehat berfungsi secara maksimal sehingga dapat dimanfaatkan pengguna jalan Kepada beristirahat dengan nyaman.

Berdasarkan Penilaian, salah satu unsur yang turut mempengaruhi terjadinya gangguan maupun insiden di jalan tol adalah kondisi pengemudi kehilangan Konsentrasi atau mengalami penurunan konsentrasi Demi berkendara.

Sehingga, Krusial bagi pengguna jalan Kepada mengetahui Letak dan fasilitas area rehat yang tersedia serta memanfaatkannya sebagai tempat beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.

Pihaknya juga memastikan kebersihan area tetap terjaga, ketersediaan air Kudus terpenuhi, fasilitas toilet berfungsi optimal serta pengelolaan parkir yang tertib dan kesiagaan petugas keamanan maupun kebersihan guna mendukung kenyamanan pengguna jalan.

“Selain itu, sejumlah Letak juga telah dilengkapi SPKLU sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” ujarnya.

Ria turut mengimbau pengguna jalan Kepada merencanakan waktu dan Letak istirahat sebelum melakukan perjalanan, memanfaatkan informasi fasilitas yang tersedia melalui aplikasi Travoy serta selalu memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan optimal.

“Pada periode dengan potensi peningkatan volume Lewat lintas, pengaturan operasional di area istirahat dapat dilakukan secara situasional guna menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur Esensial,” kata dia.