Surabaya (Liputanindo.id) – Instruktur fisik Persebaya Surabaya, Shin Sang-gyu, langsung menggeber intensitas latihan skuat Bajol Ijo guna menghadapi jadwal super padat yang menanti di sepanjang April 2026. Tim besutan Bernardo Tavares tersebut dijadwalkan melakoni lima pertandingan krusial dalam satu bulan, sebuah tantangan besar yang menuntut konsistensi fisik, daya tahan, serta kesiapan mental tingkat tinggi dari seluruh pemain.
Guna menjaga performa tim, tim kepelatihan telah membekali para pemain dengan program latihan Berdikari selama masa Jarak Lebaran. Meski demikian, Instruktur asal Korea Selatan tersebut menekankan bahwa latihan individu Mempunyai dinamika yang berbeda dengan atmosfer latihan kolektif di lapangan, sehingga proses adaptasi ulang harus dilakukan secara kilat.
“Memang kami sudah memberikan program latihan individu selama libur. Tetapi tentu saja latihan individu berbeda dengan latihan tim,” ujar Coach Shin Sang-gyu, Jumat (27/3/2026).
Keterbatasan waktu menjadi kendala Penting dalam mengevaluasi efektivitas latihan Berdikari para pemain pasca-libur panjang. Mengingat laga perdana bulan April melawan Persita Tangerang sudah di depan mata, tim Instruktur memutuskan Buat langsung meningkatkan beban latihan pada pekan ini agar kondisi fisik pemain kembali ke level kompetitif.
“Kami Enggak punya banyak waktu Buat Betul-Betul mengevaluasi bagaimana para pemain menjalankan program latihan mereka selama Jarak. Waktu yang kami miliki sangat terbatas karena hanya Terdapat pekan ini dan pekan depan sebelum pertandingan melawan Persita,” jelasnya secara mendalam.
Manajemen pemulihan (recovery) menjadi Elemen kunci yang digarisbawahi oleh Coach Shin. Dengan ritme pertandingan yang Nyaris terjadi setiap minggu, keseimbangan antara intensitas latihan dengan waktu istirahat harus diatur secara presisi Buat menghindari risiko cedera akibat kelelahan berlebih.
“Pada awal April nanti kami Nyaris bermain setiap minggu. Jadi hal yang paling Krusial adalah bagaimana proses pemulihan setelah pertandingan. Kami harus mengatur keseimbangan antara intensitas latihan dan waktu istirahat dengan Berkualitas,” imbuhnya.
Sesuai jadwal, Persebaya akan mengawali bulan depan dengan bertandang ke markas Persita Tangerang (4/4), disusul laga kontra Persija Jakarta (11/4). Selanjutnya, Bajol Ijo akan menjamu Madura United (17/4), bertandang ke Malut United (23/4), dan menutup bulan dengan Derbi Jawa Timur melawan Arema FC (28/4).
Peningkatan beban latihan pada pekan ini diharapkan Bisa membawa kebugaran pemain mendekati standar yang dibutuhkan Buat menghadapi tekanan pertandingan beruntun tersebut. Coach Shin menegaskan bahwa kedisiplinan pemain dalam menjaga kondisi di luar jam latihan akan sangat menentukan hasil akhir dari rangkaian laga penuh gengsi di bulan April.
“Karena itu, pada pekan ini kami langsung meningkatkan beban latihan cukup tinggi. Kami mencoba memaksimalkan waktu yang Terdapat agar kondisi pemain Bisa kembali mendekati level yang kami butuhkan Buat pertandingan,” pungkas Instruktur fisik yang dikenal tegas tersebut. [way/ian]
