Pemkot Banda Aceh tutup permanen daycare terlibat penganiayaan balita

Pemkot Banda Aceh tutup permanen daycare terlibat penganiayaan balita

…Kita hari ini melakukan penyegelan secara permanen karena sudah terbukti Terdapat kesalahan

Banda Aceh (ANTARA) – Pemerintah Kota Banda Aceh Formal menyegel dan menutup permanen tempat penitipan anak Daycare Baby Preneur di Desa Lamgugob Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh pascaterjadinya kasus dugaan penganiayaan balita berusia 18 bulan.

“Kita hari ini melakukan penyegelan secara permanen karena sudah terbukti Terdapat kesalahan. Kami pastikan tempat daycare ini Kagak diberikan izin kembali,” kata Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah, di Banda Aceh, Rabu.

Penyegelan tersebut dilakukan langsung oleh Afdhal Khalilullah Berbarengan Satpol PP/WH serta unsur instansi terkait lainnya di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh. Dengan memasang garis pembatas beserta stiker penutupannya.

Sebelumnya, video rekaman CCTV dugaan penganiayaan anak di Daycare Baby Preneur tersebut viral di media sosial dan menyita perhatian publik hingga kasus tersebut ditangani aparat kepolisian, Selasa (28/4).

Sejauh ini, Polresta Banda Aceh sudah memeriksa enam saksi dalam kasus tersebut, dan telah menetapkan salah seorang pengasuh berinisial DS (24) sebagai tersangka. Berdasarkan catatan Pemkot Banda Aceh, daycare itu juga Kagak mengantongi izin operasional.

Afdhal menegaskan, Pemkot Banda Aceh berkomitmen Kepada Lalu memastikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat, dengan memprioritaskan keselamatan Perempuan dan anak.

Dirinya mengingatkan, kepada tempat penitipan anak atau daycare lainnya di Banda Aceh Kepada dapat mengurus izin serta mematuhi standar-standar sesuai ketentuan berlaku.

“Dalam waktu dekat ini, kita juga memberikan edaran Kepada melakukan pengurusan bagi yang belum mendapatkan izin. Karena Tetap banyak yang belum Mempunyai izin,” ujarnya.

Ia menambahkan, langkah ini perlu dilakukan mengingat kasus tersebut sudah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat terutama kaum ibu-ibu, mereka Mau pemerintah memastikan keamanan anak-anaknya.

“Gara-gara satu kejadian yang kita anggap oknum ini telah meresahkan satu Banda Aceh. Banyak masuk laporan ke kami dari ibu-ibu Mau Pemkot Banda Aceh hadir di seluruh daycare dan menindak daycare negatif (yang bermasalah),” katanya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan bahwa terhadap 30 anak-anak yang sebelumnya dititip pada daycare bermasalah tersebut bakal diberikan pendampingan, serta memberikan fasilitas pelayanan sementara.

“Info yang kami dapat Terdapat 30 orang yang ikut daycare itu, nanti akan difasilitasi. Apakah melalui kerja sama dengan pihak swasta yang mempunyai izin, atau pemerintah menyediakan tempat yang layak Kepada sementara kami titipkan anak-anaknya,” demikian Afdhal Khalilullah.