DPR sidak ke BEI. Foto: tangkapan layar Youtube Liputanindo.
Jakarta: Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan investasi di pasar saham Indonesia merupakan instrumen jangka panjang yang Mempunyai prospek menarik, terutama dari sisi yield dividen dari emiten-emiten besar.
Ia mencontohkan, sejumlah emiten Badan Usaha Punya Negara (BUMN), di antaranya Himpunan Bank Punya Negara (Himbara) maupun BUMN sektor mineral, Mempunyai yield yang cukup tinggi Yakni mencapai 10-11 persen.
“Kalau kita lihat investasi di Bursa, buat kami di Danantara ini adalah investasi jangka panjang. Kalau kita lihat BUMN yang Eksis di Bursa, kalau kita lihat secara satu persatu contohnya Himbara ataupun minerals kita, itu yield-nya juga sangat Berkualitas di atas 10-11 persen,” ujar Rosan kepada awak media di Gedung Bursa Pengaruh Indonesia (BEI), Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam kesempatan ini, Rosan memberikan apresiasinya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI atas berbagai langkah afirmatif yang telah dilakukan Kepada memperkuat pasar modal Indonesia.
“Saya mesti kasih apresiasi OJK dan juga Bursa dengan beberapa affirmative action-nya dalam rangka Maju mengarahkan bursa kita menjadi lebih Berkualitas, lebih transparan, lebih good governance, to deepen also our capital market. Dan tentunya ini adalah suatu proses,” ujar Rosan.
Rosan menilai berbagai perbaikan yang dilakukan oleh otoritas pasar modal Indonesia, akan meningkatkan kepercayaan investor Berkualitas domestik maupun asing terhadap pasar modal Indonesia ke depan.

Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Penguatan pasar modal Indonesia
“Suatu proses yang kami meyakini ini akan menimbulkan kepercayaan kepada Bursa kita menjadi jauh lebih Berkualitas ke depannya,” ujar Rosan.
Lebih lanjut, Rosan menyebut arah penguatan pasar modal Indonesia Begitu ini sudah berada pada jalur yang Betul, termasuk dari sisi perbaikan berkelanjutan yang dilakukan OJK dan BEI. Ia juga menekankan secara Mendasar maupun valuasi, saham-saham BUMN di Bursa dinilai Lagi menawarkan potensi imbal hasil yang menarik dalam jangka menengah hingga panjang.
“Nah oleh Alasan itu kalau kita lihat Kembali memang Betul, Berkualitas secara Mendasar maupun pricing dari saham-saham, terutama saham BUMN kita yang Eksis di bursa, itu akan Membikin yield jangka menengah panjang yang Berkualitas, above 10-11 persen. Which is menurut kami itu sangat-sangat Berkualitas,” ujar Rosan.
Data penutupan perdagangan sesi I di BEI pada Selasa, 19 Mei 2026, IHSG ditutup melemah 202,97 poin atau 3,08 persen ke posisi 6.396,27. Sementara itu, Golongan 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 13,67 poin atau 2,10 persen ke posisi 637,42.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.731.057 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 27,96 miliar lembar saham senilai Rp15,13 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 611 saham menurun, dan 107 Tak bergerak nilainya.
Pada hari ini, Selasa, 19 Mei 2026, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad Serempak jajaran pejabat Danantara Indonesia melakukan kunjungan ke Gedung BEI. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh CEO Danantara Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, serta disambut oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dan perwakilan BEI, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna.
