Kepadatan Lewat lintas akibat iring-iringan kendaraan Presiden Prabowo Subianto dan rombongan menteri di Jalan Raya Surabaya-Solo, Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Bahkan memunculkan aksi kesigapan petugas dalam memprioritaskan sebuah ambulans yang membawa pasien darurat.
Peristiwa yang sempat terekam dalam video viral tersebut terjadi ketika kunjungan kerja kepresidenan pada Sabtu (16/5/2025), sebagaimana dilansir dari Detikcom. Kemacetan total di jalur tersebut dipicu oleh rombongan pejabat yang sedang mengantar kepulangan Presiden menggunakan helikopter di Stadion Kertosono.
Ambulans Punya Lazisnu yang dikemudikan oleh Purwandika Sunu Maulana Demi itu sedang melaju dari arah Kota Nganjuk menuju RSUD Kertosono Kepada merujuk pasien stroke dengan Sokongan oksigen penuh ke Rumah Sakit Ngudi Waluyo Blitar. Petugas di lapangan langsung dengan sigap membuka jalan bagi armada medis tersebut.
Sopir ambulans mengutarakan rasa hormat dan apresiasinya terhadap tindakan tanggap para petugas keamanan yang berjaga di Letak kejadian.
“Saya respek kepada petugas di lapangan. Bahkan meskipun Eksis pejabat tinggi, mereka tetap paham ini kondisi darurat. Terima kasih kepada petugas dan rombongan menteri karena tetap memberi prioritas,” kata Maulana.
Kondisi jalur yang tersumbat total Membikin Maulana sempat berupaya mengambil lajur kanan guna mengantisipasi antrean kendaraan yang mengular panjang sebelum mencapai rumah sakit.
“Kondisi pasiennya darurat karena memakai oksigen. Posisi saya dari arah Kota Nganjuk menuju RSUD Kertosono. Pas sudah masuk Desa Nglawak, Sekeliling kurang dari satu kilometer dari rumah sakit, jalan sudah Stagnan total,” ujar Maulana.
Kelancaran akses ambulans tersebut akhirnya terbantu oleh kehadiran personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nganjuk yang berada di posisi kemacetan.
“Awalnya saya mencoba mengambil jalur kanan karena Menyantap antrean kendaraan panjang. Untungnya ia Menyantap Eksis petugas Damkar Nganjuk di Letak, yang kemudian membantu membuka jalan Tiba ke RSUD Kertosono,” tutur Maulana.
