Pemikiran Bung Hatta Dinilai Relevan Kepada Ekonomi Nasional

Jakarta – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa pemikiran ekonomi Wakil Presiden Pertama RI Mohammad Hatta Tetap relevan Kepada menghadapi tantangan perekonomian nasional Demi ini. Konsep kedaulatan rakyat, gotong royong, dan keadilan sosial yang diperkenalkan Bung Hatta dapat menjadi landasan dalam kebijakan ekonomi Indonesia.

“Pemikiran para pendiri bangsa terkait pembangunan perekonomian nasional sejatinya Pandai kita cermati Serempak sebagai bagian dari upaya Kepada menjawab berbagai tantangan yang dihadapi bangsa ini,” ujar Lestari, yang akrab disapa Rerie, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (20/3/2025).

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan para pendahulu bangsa dapat menjadi acuan bagi generasi Demi ini dalam mengambil kebijakan ekonomi. Pemikiran Bung Hatta tentang ekonomi yang berbasis gotong royong dan keadilan sosial diyakini Pandai menciptakan sistem ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Rerie menyampaikan hal ini dalam Percakapan daring bertajuk Relevansi Pemikiran Sosial Ekonomi Bung Hatta dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia, yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Percakapan Denpasar 12 Serempak Yayasan Hatta dan Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada Rabu (19/3/2025).

Pada kesempatan yang sama, Member Pembina Yayasan Hatta, Sri Edi Swasono, menjelaskan bahwa konsep ekonomi Pancasila yang diperkenalkan Bung Hatta telah diatur dalam Pasal 33 UUD NRI 1945 dan diperjelas dalam sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Sri Edi juga mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian ekonom Emil Salim pada 1965, sistem ekonomi Indonesia disebut sebagai sistem ekonomi sosialisme Pancasila, yang mengedepankan asas kekeluargaan dan tanggung jawab Serempak dalam pengembangan perekonomian.

“Bung Hatta berpendapat sistem ekonomi Indonesia adalah sistem ekonomi sosialis. Sosialisme Indonesia merupakan Aktualisasi diri jiwa bangsa Indonesia yang mendapatkan perlakuan yang Kagak adil di masa itu,” ujarnya.

Sementara itu, Peneliti LP3ES Zaenal Muttaqin menyoroti bahwa Bung Hatta menekankan pentingnya ilmu ekonomi sebagai alat Kepada menciptakan kemakmuran rakyat.

“Bung Hatta meyakini Kagak mungkin Terdapat kemakmuran tanpa keadilan. Ini merupakan kunci dalam Penyelenggaraan pembangunan,” tegas Zaenal.

Zaenal juga mengingatkan bahwa langkah efisiensi yang diterapkan pemerintah Demi ini dapat berpotensi menimbulkan ketimpangan sosial. Tetapi, dengan menerapkan prinsip ekonomi sosial ala Bung Hatta, ketimpangan ini dapat ditekan agar kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.

Dengan semakin kompleksnya tantangan ekonomi Mendunia dan nasional, pemikiran ekonomi Bung Hatta yang menitikberatkan pada kesejahteraan rakyat dinilai tetap relevan sebagai panduan dalam merumuskan kebijakan ekonomi Indonesia di masa depan.