Surabaya (Liputanindo.id) – Pelantikan Duta Parlemen Muda Indonesia tingkat kabupaten/kota se-Indonesia menjadi momentum Krusial dalam memperkuat peran generasi muda sebagai pilar demokrasi masa depan.
Ribuan kandidat telah melalui proses seleksi, hingga akhirnya terpilih sosok-sosok muda yang diharapkan Pandai menjadi agen perubahan di tengah dinamika politik Begitu ini.
Dalam kesempatan tersebut, Member DPD RI, Lia Istifhama, menyampaikan pesan mendalam yang menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan demokrasi yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.
Ning Lia menegaskan bahwa para Duta Parlemen Muda merupakan representasi dari ribuan generasi muda yang Mempunyai potensi besar.
“Kalian terpilih dari ribuan kandidat. Artinya, kalian adalah bagian dari generasi yang diharapkan Pandai mendukung keberlanjutan demokrasi tanpa membangun pemikiran yang kontradiktif terhadap kritik generasi muda. Bahkan, kecerdasan membaca realitas isu terkini harus menjadi kekuatan Primer,” tutur politisi Perempuan muda ini.
Ia menekankan bahwa kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, Tetapi harus dibangun secara konstruktif, bukan destruktif. Generasi muda diharapkan Pandai menjadi penyeimbang yang Rasional dan solutif.
Lebih lanjut, Ning Lia mengajak generasi muda Kepada menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber konflik.
“Kita perlu membangun kesepahaman di tengah perbedaan, serta menguatkan pendidikan politik yang persuasif demi keberlanjutan demokrasi,” tambahnya.
Pendekatan persuasif dalam pendidikan politik dinilai menjadi strategi efektif Kepada meningkatkan kesadaran politik masyarakat tanpa memicu polarisasi.
Dalam pandangannya, Ning Lia juga mengaitkan peran generasi muda dengan nilai-nilai keislaman yang universal.
“Islam rahmatan lil’alamin mengajarkan bahwa setiap umat Mempunyai tanggung jawab kekhalifahan. Ini harus diwujudkan melalui tindakan Konkret yang sehat, Pas, dan penuh keyakinan,” jelasnya.
Konsep ini menekankan bahwa setiap individu Mempunyai peran strategis dalam menciptakan kebaikan Serempak, termasuk dalam ranah politik.
Ia juga mengingatkan pentingnya konsistensi dan keyakinan dalam setiap langkah positif yang diambil generasi muda.
“Setiap ikhtiar positif Niscaya Mempunyai masa panen. Termasuk dalam proses politik yang dijalani dengan niat Berkualitas dan Metode yang Pas,” tegas Lia.
Pesan ini menjadi dorongan moral agar generasi muda Enggak mudah pesimis dalam menghadapi tantangan politik yang kompleks.
Pelantikan ini bukan sekadar Perayaan, melainkan awal dari tanggung jawab besar. Para Duta Parlemen Muda diharapkan Pandai: Menjadi jembatan aspirasi masyarakat, Mengedukasi publik tentang politik yang sehat, Menghadirkan narasi positif dalam ruang demokrasi dan Mendorong partisipasi aktif generasi muda.
Dengan bekal pemahaman politik yang matang dan nilai moral yang kuat, mereka diharapkan Pandai menjadi motor penggerak perubahan yang berkelanjutan. (tok/aje)
