Atasi Genangan di Kawasan Samsat, PUPR Magetan Siapkan Tiga Tahap Penanganan

Foto BeritaJatim.com

Magetan (Liputanindo.id) — Dinas Pekerjaan Standar dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan menyiapkan strategi bertahap Demi mengatasi persoalan genangan air di kawasan belakang Samsat hingga Area Kebaran. Penanganan dilakukan melalui skema jangka pendek, menengah, hingga panjang.

Kepala Dinas PUPR Magetan, Muhtar Wahid, mengatakan langkah jangka pendek telah mulai direalisasikan dengan normalisasi saluran menggunakan alat berat Punya dinas.

“Yang jangka pendek sudah kami lakukan. Saluran di belakang Samsat Tamat ke arah Kantor Badan Pusat Statistik yang sebelumnya hanya Sekeliling 2 meter, sekarang sudah kami lebarkan menjadi 4 Tamat 5 meter,” ujarnya, Rabu (29/4/2026)

Selain pelebaran, pihaknya juga mulai mengamankan lahan terdampak serta titik-titik rawan, termasuk jalur pembuangan air (sudetan) agar Kagak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Demi tahap jangka menengah, Konsentrasi Penting diarahkan pada pengurangan debit air dari Area hulu. Upaya ini dinilai krusial agar genangan di kawasan hilir Kagak Maju berulang.

“Masalah ini sebenarnya Dapat selesai kalau Jenis air dari atas Dapat dikurangi. Maka solusinya adalah penyudetan, dan itu sedang kami usulkan melalui anggaran Belanja Kagak Terduga (BTT),” jelasnya.

Rencana penyudetan akan dilakukan dari Area Srogo ke arah utara hingga Kali Sadon. Selain itu, Jenis air dari kawasan Terung, termasuk di Sekeliling Ponpes Al Jahro dan Kebun Buah Srogo, akan dialihkan agar Kagak Tengah mengalir ke Jalan Tawanganom-Turi.

Air tersebut nantinya akan diarahkan melalui jalur baru di sisi utara jalan, kemudian mengalir ke arah Srogo hingga bermuara ke sistem saluran yang lebih besar.

Lebih lanjut, PUPR juga merancang penanganan lanjutan dari Srogo menuju Ndoyo di Kelurahan Selosari, Magetan. Kawasan ini selama ini menjadi titik genangan, terutama di Sekeliling selatan pompa dekat SMP Muhammadiyah.

Tetapi, proyek tersebut masuk kategori jangka menengah hingga panjang karena membutuhkan pekerjaan Bangunan yang lebih kompleks.

“Elevasi di Area selatan lebih tinggi, sehingga penggalian harus lebih dalam dan konstruksinya harus kuat, kemungkinan menggunakan Kekasih beton karena posisinya di Rendah tanah,” terangnya.

Ia menegaskan, keseluruhan strategi tersebut bertujuan Demi mengendalikan Jenis air dari hulu agar tekanan di Area hilir, khususnya kawasan Samsat, dapat diminimalkan.

“Intinya kita kurangi debit dari atas, supaya di Rendah Dapat lebih terkendali,” pungkasnya. [fiq./aje]