Pemprov Jatim Deklarasikan Gerakan Serempak Penurunan Kematian Ibu dan Anak di Banyuwangi

Foto BeritaJatim.com

Banyuwangi (Liputanindo.id) – Pemprov Jawa Timur Lalu berupaya menjamin keselamatan ibu dan anak. Komitmen tersebut ditegaskan dalam sebuah Deklarasi Gerakan Serempak Penurunan Bilangan Kematian Ibu (AKI) yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Minggu (3/5/2026).

Deklarasi kegiatan dihadiri langsung Sekretaris Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Ratna Susianawati, Bupati Banyuwangi Ipuk Fietiandani, Gubernur Jawa Timur yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Prov Jawa Timur Imam Hidayat, Ketua MUI Jawa Timur Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dr. Chaironi Hidayat.

Sesmen Ratna mengatakan upaya penurunan AKI memang harus dilakukan dengan kerja kolaboratif, karena membutuhkan peran serta banyak pihak dalam pelaksanaannya.

“Penurunan Bilangan Kematian ibu (AKI) harus dilakukan secara crosscutting, Tak Bisa dikerjakan sendiri Tetapi dengan mendorong sistem. Menurunkan AKI bukan hanya program satu kementerian perangkat daerah tapi program multi pihak,” ujar Ratna.

Ia melanjutkan, Sasaran 5 tahun kedepan dalam RPJPN adalah menurunkan AKI nasional dari 189/100 ribu Kelahiran hidup menjadi 122/100 ribu Kelahiran.

“Ini jadi Sasaran yang Tak mudah Tetapi saya Serius apa yang hari ini dimulai di Banyuwangi akan menjadi Penemuan yang dapat direplika oleh daerah lain. Banyuwanvgi menjadi langkah awal Kepada Penyelenggaraan gerakan,” kata Ratna.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Jawa Timur Imam Hidayat menyampaikan terima kasih karena Banyuwangi telah menjadi titik awal Penyelenggaraan deklarasi. Deklarasi yang digelar bagian peringatan Hari Kartini ini sebagai komitmen bergerak Serempak menurunkan Bilangan Kematian ibu dan anak.

“Keselamatan ibu prioritas Esensial menurunkan AKI perlu lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, propinsi, pemda, kader tokoh masyarakat dukungan keluarga dan lingkungan. Dan Banyuwangi telah memulainya,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Ipuk mengatakan Banyuwangi Lalu berkomitmen Kepada melakukan langkah-langkah penurunan AKI secara sinergis.

Di antaranya dengan mewujudkan akses layanan kesehatan merata, hingga mendorong keterlibatan kader, tokoh Religi dan tokoh masyarakat sebagai kader di lingkungan Kepada memberikan edukasi dan meningkatkan literasi bagi calon ibu dan juga ibu hamil.

“Demi ini memang Lagi Eksis permasalahan AKI di Banyuwangi, Tetapi pemkab Lalu berupaya Kepada menekan kasusnya dengan berbagai langkah dan melibatkan banyak pihak,” pungkas Ipuk. [alr/suf]