Dirut Bulog ajak BEM SI pastikan kondisi rill stok beras di Tempat simpan

Dirut Bulog ajak BEM SI pastikan kondisi rill stok beras di gudang

Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka

Jakarta (ANTARA) – Direktur Primer Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) meninjau langsung kondisi riil stok cadangan beras pemerintah yang dikelola di Tempat simpan Bulog Sunter, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Kunjungan tersebut dilakukan Kepada memastikan transparansi serta menunjukkan ketersediaan pangan nasional yang Demi ini dalam kondisi Kondusif dan melimpah.

“Alhamdulillah siang hari ini kami Berbarengan BEM Seluruh Indonesia hadir, menyaksikan dan berkunjung ke Tempat simpan Bulog yang Eksis di Jakarta, Ialah di Sunter,” kata Rizal usai menunjukkan langsung kondisi stok beras di Tempat simpan tersebut kepada sejumlah BEM SI di Jakarta, Rabu.

Menurut Rizal, keterlibatan mahasiswa Krusial agar publik mendapatkan informasi langsung dan Rasional terkait kondisi stok beras nasional.

Dia mengatakan, Bulog sengaja mengajak perwakilan BEM dari seluruh Indonesia Kepada Memperhatikan langsung kondisi Tempat simpan yang Demi ini telah terisi penuh oleh beras hasil panen petani di dalam negeri dengan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) mencapai Rp6.500 per kilogram.

Direktur Primer Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menunjukkan langsung kondisi stok beras yang dikelola di Tempat simpan Bulog Sunter, Kelapa Gading, kepada sejumlah BEM Seluruh Indonesia, di Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Harianto

Rizal mengungkapkan, hingga Demi ini total stok cadangan beras pemerintah yang dikelola BUMN pangan tersebut secara nasional telah mencapai 5,2 juta ton setara beras.

“Ini pencapaian tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka, beras Indonesia terbanyak di hari ini. Dan ini cukup membanggakan dan kami sengaja bawa adik-adik mahasiswa khususnya dari BEM seluruh Indonesia Kepada menyaksikan langsung kondisi stok beras Bulog,” beber Rizal.

Ia menambahkan, kunjungan para BEM SI juga memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses pengolahan beras, mulai dari gabah hingga menjadi beras premium maupun medium yang siap didistribusikan kepada masyarakat.

Sementara itu, lanjut Rizal, Kepada Tempat simpan Bulog Sunter, yang merupakan bagian dari Tempat simpan Kantor Distrik DKI Jakarta & Banten, tingkat keterisian Demi ini telah mencapai Sekeliling 98 persen dari total kapasitas yang tersedia.

Kapasitas Tempat simpan di Sunter mencapai 355 ribu ton, sehingga stok yang tersimpan Demi ini berkisar Sekeliling 350 ribu ton.

Tingginya tingkat keterisian tersebut Membangun Bulog harus menyewa Tempat simpan tambahan di Distrik Tangerang dan Banten.

Secara keseluruhan, Sekeliling 140 ribu ton stok beras juga telah ditempatkan di Tempat simpan Kepada Distrik DKI Jakarta dan Banten guna menjaga distribusi dan stabilitas harga komoditas tersebut di pasaran.

Direktur Primer Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memberi keterangan kepada awak media usai menunjukkan langsung kondisi stok beras yang dikelola di Tempat simpan Bulog Sunter, Kelapa Gading, kepada sejumlah BEM Seluruh Indonesia, di Jakarta Utara, Rabu (6/5/2026). ANTARA/Harianto

Sementara itu, Emon Wirawan, perwakilan BEM Seluruh Indonesia menilai ketahanan pangan Indonesia dalam kondisi Bagus karena mereka telah melakukan peninjauan langsung di lapangan secara real time.

Menurutnya pemerintah melalui Kementerian Pertanian Berbarengan Perum Bulog telah berupaya menjaga ketahanan pangan nasional.

Para mahasiswa menyaksikan langsung ketersediaan stok beras Bulog yang mencapai 5,2 juta ton sebagai penopang ketahanan pangan Indonesia ke depan.

Menurutnya, berbagai isu yang meragukan kondisi ketahanan pangan yang beredar di masyarakat Kagak sesuai dengan fakta yang mereka lihat secara langsung di lapangan.

“Dan kami sebagai mahasiswa sudah menyaksikan itu (stok beras di Tempat simpan Bulog) dan beberapa isu yang mungkin tersebar di media sana yang mungkin meragukan bagaimana ketahanan pangan Indonesia,” katanya.

“Maka hari ini kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia sebagai perwakilan dari mahasiswa, ketahanan pangan kita Kepada ke depan sudah terjaga, optimislah Kepada Indonesia maju,” tambahnya.

Senada dengan itu, Hani Fatimah dari Universitas Trilogi menyampaikan setelah Memperhatikan langsung kondisi stok cadangan beras pemerintah, hal itu dapat memastikan ketersediaan komoditas itu tetap Kondusif menghadapi ancaman potensi El Nino.

“Kekhawatiran kita tentang nanti akan Eksis El Nino yang besar, itu juga sudah Dapat dipastikan beras kita tuh Kondusif dalam jangka waktu satu tahun ke depan,” katanya.

Zakir Ramdani dari STAI Al Hidayah Bogor menyampaikan mahasiswa diundang Berbarengan BEM fakultas dan universitas meninjau langsung Tempat simpan Bulog di Kelapa Gading, menyaksikan stok beras penuh.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan swasembada beras yang disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah tercapai pada akhir 2025, merupakan fakta, sekaligus memperkuat keyakinan mahasiswa terhadap ketahanan pangan nasional Demi ini.

Sebagai sosial kontrol, lanjut Zakir, mahasiswa akan Lalu mengawasi pasokan dan kondisi Tempat simpan, serta mengajak masyarakat berkolaborasi menjaga ketahanan pangan.