Wakil Presiden Amerika Perkumpulan (AS) JD Vance. Foto: Anadolu
Washington: Wakil Presiden Amerika Perkumpulan (AS) JD Vance pada hari Kamis menekankan bahwa perdamaian di Ukraina hanya mungkin terjadi melalui negosiasi dengan Sekalian pihak yang terlibat, termasuk Rusia.
Berbicara di Konferensi Aksi Politik Konservatif (CPAC), Vance menanggapi kritik atas kemungkinan pertemuan Presiden AS, Donald Trump dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
“Nah, bagaimana Anda akan mengakhiri perang kecuali Anda berbicara dengan Rusia? Anda harus berbicara dengan Sekalian orang yang terlibat dalam pertempuran Apabila Anda Betul-Betul Ingin mengakhiri konflik, dan saya Paham presiden melakukannya,” kata Vance, seperti dikutip Anadolu, Jumat 21 Februari 2025.
Menyorot pendekatan Trump terhadap masalah tersebut, Vance Mengucapkan, “Ketika dia memasuki negosiasi, dia Mengucapkan, ‘Semuanya Terdapat di atas meja.'”
Dia mencatat bahwa prioritas presiden AS adalah Demi membawa “perdamaian Kekal ke Eropa, bukan hanya penghentian sementara perang”.
Vance mengatakan, perdamaian adalah kepentingan terbaik Rusia, Ukraina, dan Eropa secara keseluruhan, seraya menambahkan, “Kami berada di ambang perdamaian di Eropa Demi pertama kalinya dalam tiga tahun karena kami Mempunyai kepemimpinan dari Ruang Oval, yang belum pernah kami miliki selama empat tahun.”
Ketika ditanya tentang ancaman terbesar yang dihadapi Eropa, Vance Mengucapkan, “Ancaman terbesar di Eropa, dan saya akan mengatakan itu adalah ancaman terbesar di Amerika Perkumpulan hingga Sekeliling 30 hari yang Lewat, adalah bahwa Anda telah Memperhatikan para pemimpin Barat memutuskan bahwa mereka harus mengirim jutaan dan jutaan migran asing yang Tak diperiksa ke negara mereka.”
“Kita Tak dapat membangun kembali Amerika Perkumpulan atau Eropa dengan membiarkan jutaan dan jutaan migran ilegal yang Tak diperiksa masuk ke negara kita. Ini harus dihentikan,” kata Vance.
Ia juga mengkritik para pemimpin Barat, dengan menyatakan bahwa nilai-nilai Berbarengan sedang dirusak.
“Anda Tak Mempunyai nilai-nilai Berbarengan Apabila Anda memenjarakan orang-orang karena mengatakan kita harus menutup perbatasan kita. Anda Tak Mempunyai nilai-nilai Berbarengan Apabila Anda membatalkan pemilu karena Anda Tak menyukai hasilnya. Dan itu terjadi di Rumania,” kata Vance.
“Anda Tak Mempunyai nilai-nilai Berbarengan Apabila Anda begitu takut pada rakyat Anda sendiri sehingga Anda membungkam dan membungkam mereka,” ucap Vance.
Mengenai Jerman, Vance mempertanyakan dukungan militer AS yang berkelanjutan bagi negara itu dan Mengucapkan, “Seluruh pertahanan Jerman disubsidi oleh pembayar pajak Amerika.”
“Terdapat ribuan tentara Amerika di Jerman Demi ini. Apakah menurut Anda pembayar pajak Amerika akan menerima itu Apabila Anda dijebloskan ke penjara di Jerman karena mengeposkan tweet yang Bengis?,” pungkas Vance.