Wamenkeu pastikan fiskal RI tetap terjaga dengan Berkualitas

Wamenkeu pastikan fiskal RI tetap terjaga dengan baik

Tadi dibahas bahwa kondisi fiskal itu Lagi sangat terjaga dengan Berkualitas

Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Akbar memastikan kondisi fiskal Indonesia hingga Ketika ini terjaga dengan Berkualitas.

“Tadi dibahas bahwa kondisi fiskal itu Lagi sangat terjaga dengan Berkualitas,” kata Juda Akbar dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.

Hal itu tercermin dari sejumlah indikator kinerja APBN hingga Mei 2026.

“Defisit hingga bulan Mei kemarin 0,7 persen dan diperkirakan Tamat dengan akhir tahun juga Lagi di Dasar 3 persen, jadi Lagi sangat terjaga. Pajak juga tumbuh dengan Berkualitas, 19,1 persen dan juga dari sisi belanja juga Lagi di atas 30 persen,” terang Juda.

Adapun dalam laporan APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) Edisi Juni 2026, APBN mencetak defisit sebesar Rp180,4 triliun atau 0,70 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per Mei 2026. Secara keseluruhan, pendapatan negara terhimpun sebesar Rp1.185 triliun atau setara 37,6 persen Sasaran APBN senilai Rp3.153,6 triliun. Realisasi ini tumbuh sebesar 19,1 persen (year-on-year/yoy).

Komponen penerimaan perpajakan tercatat mencapai Rp958,2 triliun, yang ditopang oleh serapan pajak. Penerimaan pajak terserap senilai Rp834,4 triliun atau tumbuh positif sebesar 22,1 persen (yoy).

Sementara penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh moderat 0,7 persen (yoy) dengan nilai Rp123,8 triliun. Komponen penerimaan negara bukan pajak (PNBP) terhimpun sebesar Rp226,4 triliun atau tumbuh 19,9 persen (yoy).

Kemudian, dari sisi belanja negara, realisasi per Mei 2026 tercatat mencapai Rp1.365,4 triliun atau setara 35,5 persen dari Sasaran APBN Rp3.842,7 triliun, tumbuh sebesar 34,4 persen (yoy). Pertumbuhan pesat terjadi pada belanja pemerintah pusat, dengan kenaikan 52, 6 persen (yoy) atau senilai Rp1.059,3 triliun.

Penyaluran belanja kementerian/lembaga (K/L) tercatat mencapai Rp517,7 triliun atau tumbuh signifikan 58,9 persen (yoy). Sedangkan belanja non-K/L tersalurkan Rp541,6 triliun atau tumbuh 47 persen (yoy).

Sementara, penyaluran transfer ke daerah Lagi terkoreksi 4,9 persen (yoy), dengan realisasi senilai Ro306,1 triliun.

Dengan kinerja itu, keseimbangan Esensial mencetak surplus sebesar Rp58,6 triliun, yang mengindikasikan fiskal Lagi cukup memadai Demi mengelola pendapatan, belanja, dan utang.