Jakarta (ANTARA) – Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mengajak investor Demi menanamkan modal di sektor ekonomi kreatif yang Mempunyai potensi pertumbuhan yang besar dan layak menjadi kelas aset baru yang menjanjikan bagi investor Dunia.
Ia mengatakan Kemenekraf berkomitmen memperkuat infrastruktur keuangan melalui sekuritas kekayaan intelektual di sektor perbankan sehingga menjadi alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif sebagai aset pembiayaan.
“Langkah inovatif ini hadir Demi menciptakan alat ukur baru yang membantu perbankan menilai aset kreatif, Berkualitas yang sudah menghasilkan pendapatan maupun yang Lagi berupa hak cipta/desain baru, sehingga para pelaku industri kreatif kita mendapatkan akses pembiayaan yang lebih mudah Demi meningkatkan skala usahanya,” ujar Irene dalam keterangan yang diterima, Jumat.
Optimisme terhadap daya tarik aset baru ini diperkuat realisasi investasi sektor ekonomi kreatif Indonesia yang Lalu tumbuh. Hingga kuartal ketiga tahun 2025, realisasi investasi ekonomi kreatif mencapai Rp132,04 triliun, atau Sekeliling 9 persen dari total investasi nasional, sekaligus memenuhi 97 persen dari Sasaran tahunan.
Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif juga menunjukkan tren positif dengan mencapai 5,54 persen pada akhir tahun 2025, berhasil melampaui Sasaran yang ditetapkan sebesar 5,3 persen.
Demi menjaga momentum pertumbuhan ini, selain Pusat perhatian pada urusan permodalan, Kementerian Ekraf juga bergerak Segera menyelesaikan permasalahan pembayaran Dunia bagi para kreator melalui perluasan QRIS di luar negeri.
Irene juga mengatakan akan Lalu memperkuat pengembangan ekonomi kreatif melalui berbagai langkah strategis, mulai dari penguatan akses pembiayaan dan investasi, pengembangan startup dan ekosistem digital, hingga mempercepat transformasi ekonomi digital.
“Kami turut memanfaatkan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan (AI) dan blockchain Demi melindungi hak cipta karya lokal sekaligus mempermudah produk kreatif Indonesia menembus pasar Dunia,” ujar Wamen Ekraf.
Ia mengatakan melalui partisipasi dalam Finance 2045 yang diselenggarakan Trescon Dunia, Kementerian Ekraf berharap kolaborasi dengan investor Dunia, lembaga keuangan, dan Kenalan strategis semakin kuat sehingga Pandai membuka Kesempatan pembiayaan yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia sekaligus mempercepat pertumbuhan sektor ini sebagai mesin ekonomi baru nasional.
