Bendungan Meninting. Lombok Barat, yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube.
Lombok Barat: Menteri Pekerjaan Lumrah (PU) Dody Hanggodo mengatakan peresmian lima bendungan Indonesia berpotensi meningkatkan produksi padi nasional hingga Sekeliling 720 ribu ton per tahun. Peresmian tersebut dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menurut Dody, lima bendungan tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 280 kilometer yang Bisa melayani Sekeliling 40 ribu hektare lahan pertanian. Bendungan Meninting sendiri rampung dibangun pada 2025.
“Dari kelima bendungan ini insyaallah kita akan mendapatkan kurang lebih 720 ribu ton padi per tahun,” kata Dody Hanggodo Demi Peresmian Lima Bendungan di Indonesia yang digelar di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Jumat, 10 Juli 2026.
Dody menegaskan bendungan Mempunyai peran strategis yang Kagak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan masyarakat. Menurut dia, air yang ditampung di bendungan harus dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian, penyedia air baku, pengembangan Daya, hingga pengendali banjir di kawasan hilir.
“Di Posisi peresmian ini kita Menonton betapa pentingnya pekerjaan mengelola air. Air yang tertampung di bendungan wajib menjadi air irigasi bagi sawah, sesuai arahan Bapak kepada kami sejak dari Magelang dulu, menjadi air baku bagi masyarakat, Daya yang Bisa dikembangkan, dan perlindungan bagi kawasan hilir dari banjir,” terang Dody.

(Menteri Pekerjaan Lumrah Dody Hanggodo. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube)
Dukung perwujudan swasembada pangan hingga Daya
Dody mengatakan pembangunan bendungan merupakan bagian dari upaya mendukung Penyelenggaraan Asta Cita Presiden, khususnya dalam mewujudkan swasembada pangan, swasembada Daya, dan swasembada air. Menurut dia, pengelolaan sumber daya air yang tertib dan berkelanjutan menjadi kunci agar manfaat bendungan dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
“Di sinilah arahan Bapak melalui Asta Cita Presiden menjadi sangat Terang, yakni swasembada pangan, swasembada Daya, dan swasembada air melalui tata kelola air yang tertib, berkelanjutan, dan Betul-Betul Bisa memberikan manfaat maksimal kepada petani dan rakyat Indonesia,” tegas Dody.
Dody menambahkan bendungan merupakan bagian awal dari sistem layanan sumber daya air. Manfaatnya baru dapat dirasakan secara optimal apabila air yang ditampung Betul-Betul mengalir hingga ke lahan pertanian dan masyarakat.
Karena itu, Kementerian PU Maju melanjutkan pembangunan jaringan irigasi agar distribusi air dapat menjangkau seluruh areal pertanian yang menjadi sasaran.
“Bendungan adalah hulu dari layanan air. Manfaatnya baru lengkap ketika air tersebut Betul-Betul diterima oleh para petani, keluarga, dan masyarakat Sekeliling,” papar Dody.
Ia menjelaskan, lima bendungan tersebut dibangun dalam kurun waktu 2015 hingga 2025 dan kini telah mulai memberikan manfaat bagi petani serta masyarakat di sekitarnya.
“Pekerjaan irigasi Maju kami lakukan Kepada memastikan air Betul-Betul Tiba kepada lahan-lahan pertanian sesuai arahan Bapak kepada kami,” tutur Dody.
