Wall Street Menguat Berkat Reli Saham Semikonduktor dan Koreksi Harga Minyak

Ilustrasi. Foto: Freepik.


New York: Bursa saham Amerika Perkumpulan (AS) di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat. Penguatan dipicu oleh reli saham-saham semikonduktor serta penurunan harga minyak mentah yang membantu meredakan kekhawatiran pelaku pasar.

 

Mengutip Xinhua, Jumat, 10 Juli 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 139,02 poin atau 0,27 persen ke level 52.487,41. Sementara itu, S&P 500 menguat 60,93 poin atau 0,81 persen menjadi 7.543,64 dan Nasdaq Composite melonjak 336,24 poin atau 1,3 persen ke posisi 26.206,89.

 

Dari 11 sektor Istimewa dalam indeks S&P 500, tujuh sektor berakhir di Daerah positif. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,65 persen, diikuti sektor barang konsumsi non-esensial yang naik 1,46 persen.

 

Sebaliknya, sektor barang konsumsi esensial dan Daya menjadi penekan Istimewa indeks setelah masing-masing melemah 1,75 persen dan 1,58 persen.

 

 

Harga minyak turun di tengah Asa solusi diplomatik

 
Harga minyak mentah dunia bergerak lebih rendah meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah Tetap berlangsung. Sentimen pasar membaik setelah Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump menyampaikan para pejabat Iran telah menghubungi pemerintah AS dan menyatakan kesiapan Demi menempuh jalur diplomatik.
 
Pernyataan tersebut Demi sementara meredakan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan Daya Dunia.
 
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak Agustus turun USD1,44 atau 1,96 persen menjadi USD72,08 per barel di New York Mercantile Exchange.
 
Sementara itu, minyak mentah Brent kontrak September terkoreksi USD1,72 atau 2,2 persen menjadi USD76,30 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Adapun sektor teknologi kembali menjadi perhatian investor, terutama saham-saham yang terkait dengan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
 
Sentimen positif turut didorong oleh rencana debut SK Hynix di Nasdaq pada Jumat, 10 Juli 2026. Berdasarkan informasi dari sumber perbankan, permintaan investor dilaporkan mencapai Sekeliling tujuh kali lipat dari jumlah saham yang ditawarkan.
 
Optimisme tersebut ikut mengangkat saham Micron Technology yang melonjak 4,52 persen setelah perusahaan mengumumkan investasi modal domestik hingga USD3 miliar Demi memperkuat rantai pasokan semikonduktor di Amerika Perkumpulan.
 
Di tengah optimisme terhadap sektor AI, sejumlah ekonom mengingatkan potensi risiko dari tingginya belanja modal perusahaan teknologi. Kepala Ekonom Apollo Dunia Management Torsten Slok mengatakan imbal hasil AI yang lebih Lamban akan menjadi masalah bagi Sekalian orang.
 
Ia menilai proyeksi konsensus Wall Street memperkirakan arus kas bebas perusahaan penyedia layanan cloud hyperscaler akan meningkat lebih dari dua kali lipat dalam beberapa tahun ke depan. Apabila ekspektasi tersebut Tak tercapai, tekanan terhadap pasar berpotensi meningkat.



(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)

 

Data tenaga kerja dan laporan emiten jadi perhatian pasar

 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan klaim awal tunjangan pengangguran pada pekan terbaru relatif Tak berubah dibandingkan Nomor revisi pekan sebelumnya.
 
Data tersebut Membikin pelaku pasar tetap mencermati berbagai indikator ekonomi berikutnya sebagai acuan arah kebijakan Bangsa Kembang jangka pendek Federal Reserve.
 
Di sisi korporasi, PepsiCo membukukan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi konsensus pasar. Meski demikian, manajemen perusahaan mencatat konsumen AS semakin berhati-hati dalam membelanjakan Fulus mereka di tengah ketidakpastian ekonomi.
 
Sementara itu, saham Paramount Skydance turun 4,31 persen pada perdagangan Kamis. Pelemahan terjadi setelah muncul laporan media yang menyebut koalisi jaksa Mulia dari sejumlah negara bagian di AS tengah mempersiapkan gugatan antimonopoli secara terkoordinasi guna menghambat akuisisi bernilai miliaran dolar terhadap Warner Bros. Discovery yang baru-baru ini dilakukan perusahaan tersebut.