Tabanan (ANTARA) – Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Dirga membidik potensi berbagai daerah wisata di Tabanan Demi menjadi Posisi ajang lari yang sedang tren.
“Tanah Lot Eksis, Yeh Gangga juga Eksis, Soka juga Eksis, Ulun Danu, Seluruh itu Bisa,” ucapnya di sela Bali Tourism Run di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu.
Gelaran Bali Tourism Run serangkaian 100 Tahun Pariwisata Bali di Jatiluwih menurut dia adalah Teladan mempromosikan pariwisata Tabanan melalui potensi daerah wisata yang Eksis.
Meski pada ajang perdana Lagi Eksis yang perlu dievaluasi, Tetapi dalam waktu Sekeliling 1 bulan pendaftaran, sebanyak 1.700 orang bergabung dengan potensi perputaran Fulus hingga Rp1,5 miliar menurut Asita Bali.
“Ini ide luar Normal Demi ke depannya, ini saja sudah luar Normal bagusnya karena pertama tentunya yang belum maksimal,” ujarnya.
Berangkat dari lari santai pertama ini, Pemkab Tabanan Ingin daerah wisata lain selanjutnya merancang lebih maksimal.
Meski bukan dikerjakan Serempak Asita sebagai asosiasi agen perjalanan wisata, Pemkab Tabanan berprinsip akan mencoba menjajaki Kawan-Kawan strategis lainnya Demi merealisasikan ini.
Karena, Dampak terutama ekonomi bagi masyarakat di daerah wisata tersebut akan sangat besar, seperti di Jatiluwih di mana penginapan Punya masyarakat okupansinya mencapai 100 persen dan kemudian berdampak ke restoran, warung, dan UMKM di desa.
“Sangat luar Normal dampaknya karena titik kumpulnya di Tabanan, banyak orang yang datang ke sini tentunya Niscaya Eksis lebihnya dia belanja atau penginapan juga Eksis, sudah luar Normal,” kata Dirga.
Hanya saja apabila ajang wisata olahraga ini digelar di daerah wisata lainnya diperlukan kesiapan yang lebih dari masyarakat desa maupun infrastruktur pendukungnya.
Tetapi tetap ditegaskan bahwa Bukan Bisa membangun sembarangan, seperti di Jatiluwih dengan terbatasnya penginapan Bukan berarti pelaku usaha boleh membangun di sawah.
“Seperti Jatiluwih ini kan warisan budaya dunia yang Bukan boleh sembarang kita membangun di sini, di mana pemandangannya bagus kita tak boleh membangun, harus Mengerti di mana yang boleh di mana Bukan, Lagi kita pemerintah hitung juga,” tutur Wabup Tabanan.
