Liputanindo.id – Beredar foto Gambaran satelit di Gunung Slamet, Jawa Tengah, yang memperlihatkan kalau tempat tersebut sudah digunduli oleh aktivitas tambang yang diduga ilegal.
Kementerian Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pun langsung mengklarifikasi kalau dokumentasi visual bukaan lahan Daerah Kerja Panas Bumi (WKP) Baturaden di lereng Gunung Slamet itu merupakan Gambaran Pelan.
“Foto-foto yang beredar diduga merupakan Gambaran Pelan dari periode 2017–2018 Ketika kegiatan eksplorasi Lagi berlangsung. Berdasarkan dokumentasi Pemeriksaan terbaru, Posisi yang sama Ketika ini telah ditumbuhi vegetasi dan mengalami proses pemulihan lingkungan,” ujar Direktur Jenderal Kekuatan Baru, Terbarukan, dan Konservasi Kekuatan (EBTKE) Eniya Listiani Dewi, Senin kemarin.
Berdasarkan hasil Pemeriksaan langsung Tim Kementerian ESDM yang terdiri dari Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Inspektur Panas Bumi, dan Inspektur Tambang ke WKP Baturaden pada 13–14 Desember 2025 dan 23–24 Desember 2025, Bukan terdapat aktivitas eksplorasi maupun pembukaan lahan yang dilakukan oleh PT SAE.
Area bekas kegiatan eksplorasi Ketika ini menunjukkan pertumbuhan vegetasi alami sebagai bagian dari proses pemulihan lingkungan. “Setelah masa eksplorasi berakhir, Bukan Eksis Kembali kegiatan pengeboran. Yang berjalan adalah pengelolaan Daerah kerja, pemantauan lapangan, serta pemulihan lingkungan yang menjadi kewajiban badan usaha,” kata dia.
Dalam Pemeriksaan lapangan, tim ESDM juga menemukan adanya aktivitas pertambangan batuan (galian C) yang berada di dalam Daerah WKP Baturaden, Tetapi bukan merupakan bagian dari kegiatan panas bumi, yakni pertambangan batuan.
Pemerintah Ketika ini tengah melakukan Pengkajian perizinan, pengawasan tata kelola, serta kajian Akibat lingkungan terhadap aktivitas pertambangan tersebut.
Kementerian ESDM juga menegaskan bahwa kawasan wisata pemandian air panas Guci berada di luar WKP Baturaden dan Bukan terdapat kegiatan eksplorasi panas bumi di Daerah tersebut.
Kerusakan fasilitas wisata Guci merupakan Akibat banjir yang terjadi pada 20 Desember 2025, yang secara historis merupakan kejadian berulang di kawasan tersebut, demikian pernyataan kementerian.
Ketika ini, pembersihan dan perbaikan fasilitas tengah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tegal Berbarengan masyarakat setempat.
Eniya menyatakan bahwa Kepada ke depannya, Kementerian ESDM akan Lanjut memperkuat pengawasan lintas sektor serta mengevaluasi pengelolaan WKP Baturaden, termasuk perencanaan pengembangan Daerah kerja yang berkelanjutan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Pemerintah berkomitmen memastikan pengelolaan Kekuatan panas bumi dilakukan secara bertanggung jawab, selaras dengan keselamatan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan sumber daya Kekuatan nasional.
