Surabaya (Liputanindo.id) – Kondisi lapangan Stadion MetLife di New York kembali menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026. Setelah sebelumnya mendapat kritik dari penyerang Brasil Vinicius Junior, kali ini keluhan datang dari kubu Timnas Prancis usai mengalahkan Senegal 3-1 pada laga Grup I, Selasa (16/6/2026) waktu setempat.
Gelandang Prancis Adrien Rabiot menilai kualitas permukaan lapangan di stadion yang akan menjadi Posisi final Piala Dunia 2026 itu belum ideal Demi pertandingan sepak bola level tertinggi. Menurutnya, lapangan terasa keras dan lebih menyerupai rumput sintetis dibanding lapangan alami.
“Lapangan itu… saya bahkan Tak Paham apakah itu Dapat disebut lapangan sepak bola. Rasanya lebih seperti permukaan sintetis, cukup keras dan cukup kaku,” kata Rabiot kepada wartawan seusai pertandingan.
Rabiot yang menyumbang satu assist dalam kemenangan Les Bleus menyebut kondisi lapangan memengaruhi kenyamanan pemain selama pertandingan berlangsung.
Kritik serupa juga disampaikan Instruktur Prancis Didier Deschamps. Ia menggambarkan permukaan lapangan Stadion MetLife sebagai lapangan dengan Ciri yang Tak Lumrah.
“Saya pikir mungkin Eksis beton di bawahnya, serat rumputnya sangat pendek,” ujar Deschamps dalam konferensi pers.
Instruktur yang membawa Prancis Juara Piala Dunia 2018 itu menambahkan bahwa kondisi lapangan Begitu ini berbeda dibanding ketika Stadion MetLife digunakan Demi turnamen FIFA sebelumnya.
“Pantulan bolanya sedikit berbeda,” katanya.
Keluhan dari kubu Prancis menambah daftar kritik terhadap Stadion MetLife yang sebelumnya lebih dulu disampaikan pemain Brasil. Vinicius Junior mengeluhkan lapangan yang Segera mengering Begitu Brasil ditahan imbang Maroko 1-1 pada pertandingan yang digelar di venue yang sama.
“Dengan cuaca panas di babak kedua, lapangan mengering sangat Segera. Permainan menjadi sangat Pelan dan kami Tak Dapat menemukan ritme permainan,” ujar Vinicius. (faw/aje)
