bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, kami membukukan kinerja keuangan yang solid
Jakarta (ANTARA) – PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia membukukan pertumbuhan Untung setelah pajak sebesar 161,5 secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp1,28 triliun pada 2025, ditopang oleh kenaikan pendapatan jasa asuransi dan pendapatan investasi.
Lebih lanjut, pendapatan jasa asuransi tercatat sebesar Rp3,97 triliun, dengan hasil jasa asuransi Rapi Rp299,77 miliar. Sementara pendapatan investasi dan keuntungan investasi, termasuk PAYDI, mencapai Rp5,09 triliun, dengan hasil asuransi dan investasi Rapi sebesar Rp1,28 triliun.
“Pada tahun 2025, bertepatan dengan 40 tahun kehadiran Manulife di Indonesia, kami membukukan kinerja keuangan yang solid, didukung oleh pertumbuhan bisnis, pengelolaan investasi yang disiplin dan tingkat solvabilitas yang kuat,” kata Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Lauren Sulistiawati dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Lauren mengatakan capaian ini juga menegaskan ketahanan bisnis, kepercayaan nasabah serta komitmen Manulife Indonesia Kepada Lalu melindungi keluarga Indonesia dalam jangka panjang.
Adapun total aset Manulife Indonesia mencapai Rp66,17 triliun pada akhir Desember 2025. Pada periode yang sama, perusahaan juga mempertahankan rasio pencapaian solvabilitas (RBC) sebesar 650 persen, jauh Mengungguli ambang batas yang ditentukan regulator sebesar 120 persen.
Sementara itu, PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia Syariah (Manulife Syariah Indonesia) yang merupakan anak perusahaan dari Manulife Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan kinerja yang positif pada 2025.
Manulife Syariah Indonesia membukukan total pendapatan usaha sebesar Rp302,1 miliar, meningkat signifikan dari Rp66,5 miliar pada 2024. Kinerja ini mendorong pertumbuhan aset menjadi Rp1,55 triliun.
Adapun rasio solvabilitas tercatat kuat, dengan Rasio Solvabilitas Biaya Tabarru’ dan Biaya Tanahud sebesar 797 persen serta Biaya Perusahaan sebesar 5.433 persen atau jauh di atas persyaratan OJK.
Sepanjang 2025, Manulife Syariah Indonesia menyalurkan manfaat kepada peserta melalui pembayaran klaim sebesar Rp83,9 miliar, meningkat Sekeliling 99 persen (yoy).
Hal ini mencerminkan peran aktif perusahaan dalam memberikan perlindungan finansial berbasis prinsip syariah.
Di sisi lain, perusahaan juga mencatat surplus underwriting Biaya tabarru’ sebesar Rp766 juta, menunjukkan bahwa pengelolaan Biaya peserta tetap berada dalam kondisi sehat.
Presiden Direktur & CEO Manulife Syariah Indonesia Fauzi Arfan mengatakan peningkatan minat masyarakat terhadap perlindungan berbasis syariah mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pendekatan berbasis nilai dalam keamanan finansial.
Pada tahun pertama operasional sebagai bisnis syariah yang independen, Fauzi menyampaikan bahwa pihaknya telah Menyaksikan respons positif dari pasar, sebagaimana tercermin dalam pertumbuhan pesat yang dicatat perusahaan.
“Berlandaskan prinsip Berbagi, Bertumbuh, dan Berdampak, kami berkomitmen Kepada Lalu memperluas solusi perlindungan syariah yang relevan bagi kebutuhan keluarga Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi sosial yang Konkret dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Fauzi.
