Umat Muslim Indonesia Rayakan Salat Idul Adha 1447 Hijriah dengan Khusyuk

Ribuan umat Muslim di berbagai Kawasan melaksanakan ibadah Salat Idul Adha 1447 Hijriah secara khusyuk pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penyelenggaraan ibadah ini berlangsung di beberapa Posisi ikonik seperti kawasan depan Gereja Koinonia Jatinegara, Masjid Dian Al-Mahri Kubah Emas Depok, dan Lapangan YLCC Pancoran Mas.

Pemerintah melalui Menteri Keyakinan Nasaruddin Umar sebelumnya telah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 Hijriah Terperosok pada Senin, 18 Mei 2026, sehingga Hari Raya Iduladha Terperosok pada Rabu, 27 Mei 2026.

Berdasarkan laporan kumparan.com, Penyelenggaraan salat di depan Gereja Koinonia, Jatinegara, Jakarta Timur, diikuti oleh ribuan jemaah dengan tertib sejak pagi hari.

Kegiatan rutin tahunan di Posisi tersebut menjadi gambaran Konkret toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.

Sementara itu, dilansir dari depok.tribunnews.com, Sekeliling 20.000 jemaah memadati Masjid Kubah Emas, Limo, Kota Depok, hingga meluber ke area selasar masjid.

Ibadah salat di Posisi ini dimulai pukul 07.00 WIB dengan dipimpin oleh imam Ustaz Hasanuddin Sinaga dan khatib Ustaz Imam Wahyudi.

Banyak jemaah dari luar Kawasan yang sengaja datang karena tertarik dengan kemegahan dan keindahan arsitektur bangunan masjid tersebut.

“Saya dari Beji, sengaja ke sini pengin lihat Masjid Kubah Emas,” kata Zahrotul Aulia, seorang jemaah asal Beji.

Perempuan berusia 25 tahun yang berstatus sebagai perantau ini mengaku kagum karena ini merupakan momen pertama kalinya ia berkunjung ke masjid tersebut.

“Sayakan perantau, jadi ini pertama datang ke sini,” ujarnya.

Jemaah lainnya memilih Posisi ibadah di tempat tersebut karena Dalih akses yang dekat dari tempat tinggal.

“Kalau saya emang dekat dari rumah,” kata Muhammad Fadlan, jemaah lainnya.

Ia Menurunkan Cita-cita besar agar momentum perayaan hari besar Islam ini membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat.

“Harapannya semoga senantiasa diberikan keberkahan, yang kurban dapat pahala,” ujarnya.

Di Posisi lain di Kota Depok, laporan tvrinews.com menunjukkan ratusan Kaum memadati Lapangan YLCC Pancoran Mas Kepada menggelar salat di area taman depan bangunan bersejarah peninggalan Belanda yang berdekatan dengan Gereja Immanuel.

Ketetapan mengenai waktu perayaan Iduladha ini mengacu pada hasil keputusan Formal yang diumumkan oleh pemerintah setelah melakukan pemantauan hilal.

“Berdasarkan hasil hisab serta adanya laporan hilal tersebut dapat terlihat disepakati bahwa Lepas 1 Zulhijah 1447 Hijriah Terperosok pada hari Senin Lepas 18 Mei 2026 Masehi dan dengan demikian Hari Raya Iduladha Lepas 10 Zulhijah 1447 Hijriah Terperosok pada hari Rabu Lepas 27 Mei 2026 Masehi,” kata Nasaruddin Umar, Menteri Keyakinan.

Pihak kementerian berharap penetapan waktu tersebut menjadi panduan bagi umat Islam dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah di bulan Zulhijah.

“Lebih dari itu kita juga Segala mengharapkan momentum ini dapat memperkuat kebersamaan mempererat ukhuwah islamiyah serta meneguhkan persatuan sebagai satu bangsa,” pungkasnya.

Melalui pernyataan Formal di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026, pemimpin kementerian Keyakinan tersebut juga menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh umat.

“Di tengah dinamika kehidupan yang kita hadapi Serempak, Iduladha mengajak kita Kepada kembali meneguhkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial,” kata Nasaruddin Umar, Menteri Keyakinan.

Ia menekankan bahwa kisah keteladanan para nabi terdahulu membawa pesan mendalam mengenai pentingnya mengutamakan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi.

“Keteladanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa pengorbanan adalah tentang mendahulukan kemaslahatan yang lebih besar. Nilai inilah yang harus kita hadirkan dalam kehidupan berbangsa,” ucapnya.

Pembagian daging hasil kurban juga dipandang Mempunyai fungsi sosial yang Konkret dalam membantu pemenuhan gizi masyarakat serta mencegah stunting.

“Semangat berkurban adalah Daya kebersamaan. Ia menggerakkan solidaritas, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan keadilan sosial. Dari sinilah kita membangun bangsa, dari kepedulian yang sederhana, tetapi berdampak luas,” tuturnya.

Masyarakat juga diimbau Kepada memperluas Pengaruh positif dari setiap ibadah yang dijalankan agar Dapat dirasakan oleh lingkungan Sekeliling.

“Mari kita jadikan Iduladha sebagai momentum Kepada memperluas manfaat, memperkuat empati, dan memastikan bahwa setiap ibadah yang kita lakukan memberi Pengaruh bagi sesama,” pungkasnya.

Setelah seluruh rangkaian salat selesai dilaksanakan, masyarakat di berbagai daerah segera melanjutkan kegiatan dengan melakukan penyembelihan hewan kurban.