Ulasan MSCI Disebut Mempertegas Pasar Modal RI Relevan bagi Investor Mendunia

Ilustrasi. Foto: Dok Liputanindo.id


Jakarta: Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Abra Talattov mengatakan penilaian dari penyedia indeks Mendunia MSCI, menegaskan posisi Indonesia sebagai pasar yang tetap relevan bagi investor Mendunia.

“Keputusan MSCI Demi mempertahankan sebagian besar penilaiannya terhadap Indonesia, semakin mempertegas posisi Indonesia dalam peta investasi Mendunia,” ujar Abra sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 27 Juni 2026.

Abra menilai penilaian MSCI dapat membantu meredakan kekhawatiran sebagian investor asing, yang sejak awal tahun mencermati perubahan pandangan sejumlah lembaga pemeringkat dan penyedia indeks Mendunia terhadap pasar modal Indonesia.

“Karena itu, keputusan MSCI kali ini Tak mengejutkan secara negatif, melainkan Bahkan mengonfirmasi ekspektasi bahwa Indonesia Lagi dipandang sebagai pasar yang relevan bagi investor Mendunia,” ujar Abra.

Fondasi pasar dan ekonomi yang kuat

Ia melanjutkan bahwa penilaian MSCI seiring dengan ekspektasi investor yang meyakini Indonesia Lagi Mempunyai fondasi pasar dan ekonomi yang kuat, Demi tetap berada dalam kategori “Emerging Markets”.

Optimisme itu tercermin dari sejumlah indikator makroekonomi yang Lagi menunjukkan kinerja solid, Yakni pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,61 persen year on year (yoy) pada kuartal I-2026.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Kemudian, tingkat inflasi terjaga pada level 3,08 persen (yoy) pada Mei 2026, rasio kecukupan modal perbankan berada di atas 25 persen, serta cadangan devisa pada akhir Mei 2026 mencapai 144,9 miliar dolar AS.

“Kondisi itu menunjukkan bahwa stabilitas ekonomi dan sektor keuangan nasional Lagi terjaga di tengah ketidakpastian Mendunia yang belum sepenuhnya mereda,” ujar Abra.

Ia memahami bahwa perhatian publik terhadap laporan MSCI banyak tertuju pada penurunan penilaian pada indikator “Information Flow”. Tetapi demikian, menurutnya, penurunan itu Tak dapat serta-merta dijadikan cerminan kualitas pasar modal Indonesia secara keseluruhan.

Transparansi informasi jadi Unsur Krusial

Ia mengakui bahwa transparansi informasi memang merupakan salah satu Unsur Krusial yang mempengaruhi persepsi investor terhadap suatu pasar.

“Tetapi, Indonesia Lagi mencatat penilaian yang relatif Bagus pada sebagian besar indikator aksesibilitas pasar lainnya. Bahkan dibandingkan sejumlah negara Emerging Markets di Asia, posisi Indonesia Lagi tergolong kompetitif,” ujar Abra.

Seiring dengan itu, Abra menilai bahwa penilaian MSCI lebih Betul dipandang sebagai masukan Demi melanjutkan agenda perbaikan yang telah berjalan, bukan sebagai sinyal bahwa daya tarik pasar modal Indonesia sedang mengalami penurunan secara Mendasar.

Terlebih, Ia menyebut prospek pasar modal Indonesia Lagi ditopang oleh sejumlah Unsur struktural yang kuat, termasuk meningkatnya basis investor domestik, kebutuhan pendanaan ekonomi yang besar, serta semakin dalamnya pasar keuangan nasional.

“Dengan kata lain, keputusan MSCI ini memberikan ruang bagi pasar Demi tetap rasional dan Tak merespons secara berlebihan terhadap satu aspek penilaian tertentu,” ujar Abra.

Sebagai informasi, MSCI dalam Mendunia Market Accessibility Review 2026 yang dirilis pada Jumat, 19 Juni 2026, telah memberikan penilaian terhadap aksesibilitas pasar modal Indonesia. Secara Lumrah, penilaian MSCI yang mencakup 18 indikator terhadap pasar Indonesia Tak mengalami banyak perubahan.

Tetapi demikian, terdapat penyesuaian pada indikator Information Flow (Arus Informasi) dan “Foreign Exchange Market Liberalization Level” yang turun dari sebelumnya “+” menjadi “-“.