Waktu membaca: 6 menit
Presiden Amerika Perkumpulan, Donald Trump, dievakuasi Ketika terjadi penembakan dalam acara makan malam dengan para wartawan Gedung Putih di Hotel Washington Hilton, Sabtu (25/04) malam waktu setempat.
Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) mengonfirmasi seorang tersangka ditahan.
“Satuan Tanggap Ibu Kota Nasional dari Kantor FBI Distrik Washington telah menangani insiden penembakan di Washington Hilton, Washington, D.C. Pelaku telah diamankan,” sebut keterangan FBI.
Tersangka, menurut kepolisian, merupakan tamu hotel.
Berbagai media AS telah menyebut identitasnya.
Apa yang terjadi?
Tersangka pelaku penembakan dilaporkan berlari ke ruang transisi yang menghubungkan hotel dengan ballroom.
Dia berupaya menerobos para petugas keamanan dan pos pemeriksaan yang dilengkapi detektor logam, pada Sabtu (25/04) pukul 20.35 waktu setempat atau Minggu (26/04) pukul 07.35 WIB.
Koresponden BBC di Amerika Utara, Gary O’Donoghue, merupakan salah satu wartawan yang menghadiri acara makan malam tersebut.
Menurutnya, Sekeliling pukul 20:35 waktu setempat, dari pintu-pintu Esensial ballroom terdengar Bunyi-Bunyi dentuman dari arah tersebut. Tak Jernih Bunyi apa itu, tetapi bunyinya mirip tembakan Mekanis.
Daniel Bush, koresponden BBC yang juga berada di Posisi jamuan makan malam, menuturkan terjadi kebingungan luas di dalam ballroom.
Para tamu berlindung di Dasar meja ketika Bunyi seperti tembakan terdengar di dekat ballroom.
Presiden AS, Donald Trump, dan para pejabat lainnya, termasuk Direktur FBI Kash Patel, segera dievakuasi dari Washington Hilton.
Dentuman keras terdengar, Lewat sejumlah Personil Dinas Rahasia mengawal presiden keluar dari Posisi Sembari berteriak, “tiarap, tiarap”.
Stephen Miller, penasihat Esensial Trump, terlihat dikawal keluar dari kerumunan dan meninggalkan Posisi.
Sebagian besar tamu lainnya awalnya berjongkok Ketika kekacauan terjadi, tetapi tetap berada di dalam gedung setelah presiden dievakuasi.
Melalui Truth Social, Trump menyatakan seorang pria menerobos pos pemeriksaan keamanan dengan membawa banyak senjata.
Trump menambahkan, pelaku telah dilumpuhkan oleh “beberapa Personil Dinas Rahasia yang sangat berani”.
Trump menyatakan, seorang petugas Dinas Rahasia ditembak dari jarak sangat dekat dalam insiden tersebut. Tetapi, petugas itu selamat berkat rompi antipeluru yang dikenakannya.
“Saya baru saja berbicara dengan petugas itu, dan dia dalam kondisi sangat Berkualitas,” tulis Trump.
“Semangatnya sangat tinggi, dan kami mengatakan kepadanya bahwa kami mencintai dan menghormatinya, dan dia adalah pria yang sangat membanggakan,” sambungnya.
Trump mengatakan ini bukan kali pertama dirinya diserang oleh seorang “calon pembunuh”.
Dia merujuk pada dua insiden Yakni Ketika pidato Standar di Butler, Pennsylvania, dan ketika dia sedang bermain golf di Palm Beach, Florida.
Siapa pelaku?
Tersangka pelaku penembakan bernama Cole Tomas Allen, 31, Kaum Torrance, California, sebagaimana dilaporkan media-media AS.
Jeffrey Carol, kepala sementara Departemen Kepolisian Metropolitan Washington DC, mengatakan tersangka merupakan tamu hotel, tempat jamuan makan malam berlangsung.
Ruangan hotel tersangka kini sedang diselidiki, kata Caroll.
Menurutnya, tersangka Mempunyai beberapa senjata.
“Ia bersenjata dengan senapan shotgun, sebuah pistol, dan beberapa pisau,” katanya.
Dia mengaku pihaknya belum mengetahui motif tersangka pelaku.
Tetapi, sambungnya, terjadinya insiden penembakan ini bukan berarti kegagalan keamanan.
Pos pemeriksaan, tempat tersangka ditangkap, memang berfungsi sebagaimana mestinya, kata Carroll.
Jeanine Pirro, jaksa AS Kepada Washington, mengatakan tersangka menghadapi dua dakwaan terkait penggunaan senjata api dalam tindak kejahatan kekerasan serta penyerangan terhadap petugas federal dengan menggunakan senjata berbahaya.
Pirro mengatakan tersangka akan menjalani sidang pembacaan dakwaan di pengadilan federal pada Senin (27/04).
Caroll mengatakan, tersangka Tak terkena tembakan, dan tampaknya tersangka bertindak seorang diri.
Wali Kota Washington DC, Muriel Bowser, mengatakan tersangka Ketika ini berada di rumah sakit.
Trump menyebut tersangka, yang kini telah ditahan, sebagai “orang yang sangat sakit”.
“Kami Tak Ingin hal-hal seperti ini terjadi,” katanya.
Trump mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara acara yang “melakukan pekerjaan yang bagus dengan sebuah malam yang indah” yang berfokus pada kebebasan berbicara dan Konstitusi.
Acara tersebut akan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan, katanya, seraya menambahkan bahwa acara itu akan “lebih besar, lebih Berkualitas, dan bahkan lebih bagus”.
Trump juga berterima kasih kepada media, yang menurutnya bersikap “sangat bertanggung jawab” dalam meliput situasi tersebut.
‘Ini Semestinya acara paling Kondusif di Washington DC’
Koresponden BBC di Washington, melaporkan dari Washington Hilton
Pertanyaan besar Lagi menyelimuti insiden penembakan ini.
Tetapi, insiden tersebut telah memunculkan kekhawatiran mengenai pengaturan keamanan dalam jamuan makan malam koresponden Gedung Putih.
Acara di Washington Hilton ini Dekat setiap tahun dihadiri oleh presiden, sejumlah menteri kabinet, dan pejabat senior pemerintahan lainnya, serta ratusan jurnalis.
Para peserta diwajibkan melewati pemeriksaan keamanan seperti di bandara Kepada memasuki ballroom Esensial, tempat jamuan makan berlangsung. Selain itu, terdapat pula pengamanan di luar hotel.
Secara teori, ini Semestinya menjadi salah satu acara paling Kondusif di Washington.
Belum pernah terjadi insiden serupa pada jamuan makan malam koresponden Gedung Putih sebelumnya.
Yang Niscaya, keamanan acara tersebut akan mendapat sorotan ke depannya.
Posisi yang sama dengan penembakan terhadap Ronald Reagan pada 1984
Insiden penembakan hari ini terjadi di Washington Hilton di Connecticut Avenue—hotel yang sama tempat Ronald Reagan ditembak dan terluka pada tahun 1981.
Penembakan tersebut terjadi pada 30 Maret 1981. Pelakunya, John Hinckley Jr, melepaskan tembakan ke arah Reagan—yang Ketika itu menjabat sebagai presiden AS—Ketika kembali ke limusinnya setelah menghadiri sebuah acara pidato di dalam hotel.
Reagan selamat, tetapi mengalami luka serius akibat peluru yang memantul dari sisi limusin kepresidenan dan mengenainya di bagian tubuh, mematahkan satu tulang rusuk dan melubangi salah satu paru-parunya.
Reagan segera dilarikan ke Rumah Sakit Universitas George Washington yang terletak Tak jauh dari Posisi, dan akhirnya dipulangkan pada 11 April.
Pada tahun berikutnya, Hinckley dinyatakan Tak bersalah dengan Argumen gangguan jiwa, tetapi ditempatkan di bagian berkeamanan tinggi Rumah Sakit St. Elizabeth di Washington Tamat akhirnya dibebaskan pada 2016.
Sekretaris Pers Gedung Putih Ketika itu, James Brady, terluka dalam insiden tersebut. Cedera juga dialami seorang agen Dinas Rahasia dan seorang petugas dari Departemen Kepolisian Metropolitan setempat.
Brady mengalami kerusakan otak akibat insiden tersebut dan hidup dengan disabilitas sepanjang sisa hidupnya. Cederanya Lanjut memengaruhi kesehatannya hingga akhirnya meninggal dunia pada 2014.
Sebuah plakat hingga kini Lagi menandai Posisi penembakan tersebut di sisi hotel.
