Trump Kirim Dua Utusan Spesifik ke Pakistan, Muncul Asa Dialog Baru dengan Iran

Utusan Spesifik AS Steve Witkoff. (Anadolu Agency)


Islamabad: Presiden Amerika Perkumpulan (AS) Donald Trump Formal mengirimkan dua utusan khususnya, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan.

Langkah strategis ini bertepatan dengan kedatangan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di negara tersebut.

Manuver diplomatik ini memantik Asa akan digelarnya babak baru perundingan damai. Tujuannya tak lain Buat mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran, di tengah rapuhnya masa gencatan senjata dan memanasnya sengketa kendali Selat Hormuz.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa utusan AS dijadwalkan duduk Berbarengan Araghchi. Pihaknya berharap pertemuan tatap muka ini dapat “memajukan proses menuju kesepakatan.”

Kendati demikian, Tetap belum Jernih apakah delegasi Iran Pas-Pas telah menyetujui pembicaraan langsung tersebut. Melalui akun X pribadinya, Araghchi hanya menyebut kunjungannya ke Islamabad, Muscat, dan Moskow murni Buat membahas masalah bilateral, tanpa menyinggung rencana pertemuan dengan AS.

Di sisi lain, laporan dari lapangan Malah menunjukkan pesimisme. Jurnalis yang melaporkan langsung dari Teheran, Ali Hashem, menyebut seorang pejabat senior Iran telah memastikan bahwa Enggak akan Terdapat dialog langsung AS-Iran di Pakistan.

“Para Kawan regional ini semuanya Mempunyai gagasan masing-masing tentang bagaimana menyelesaikan kebuntuan ini, tetapi Buat Ketika ini, Iran telah mengatakan bahwa mereka Enggak akan Berjumpa Buat putaran pembicaraan baru,” lapor Hashem, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu, 25 April 2026.

Fase Eksplorasi Awal

Menanggapi dinamika ini, reporter Al Jazeera di Washington, Mike Hanna, mengatakan utusan AS ini sebagai bagian dari proses bertahap. Ia menggambarkannya sebagai “fase eksplorasi awal” yang ke depannya dapat mengarah pada negosiasi tingkat tinggi Kalau situasinya memungkinkan.

Sementara itu, para negosiator Penting dari putaran sebelumnya juga dipastikan absen. Wakil Presiden AS JD Vance dilaporkan Enggak ikut ke Pakistan, meski disebut bersiaga Kalau sewaktu-waktu dibutuhkan.

Dari pihak Iran, Ketua Parlemen sekaligus ketua delegasi perundingan sebelumnya, Mohammad Baqer Qalibaf, juga Enggak tampak mendampingi Araghchi. Pihak parlemen membantah Qalibaf mengundurkan diri, Tetapi membenarkan bahwa belum Terdapat jadwal pembicaraan baru yang disepakati.

Hingga Ketika ini, kebuntuan dan saling sandera Tetap terjadi. Iran bersikeras Enggak akan berhenti memblokir Selat Hormuz sebelum AS mencabut blokade pelabuhannya.

Alih-alih melunak, AS pada Jumat kemarin Malah kembali menekan Teheran dengan membekukan aset kripto senilai USD344 juta guna melumpuhkan pergerakan Anggaran negara tersebut.

Baca juga:  Tolak Resolusi Perserikatan Arab, Iran Minta Negara Kawasan Tak Bantu Invasi AS-Israel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *