Liputanindo.id – Personil DPR RI Komisi XIII Marinus Gea menjadi Personil DPR RI pertama yang melakukan kunjungan ke Lembaga Pembinaan Tertentu Anak (LPKA) Kelas I Tangerang.
Dalam kunjungan tersebut, Marinus memotivasi para anak binaan agar menjadikan masa pembinaan sebagai proses belajar dan pembentukan Watak menuju masa depan yang lebih Berkualitas.
Marinus mengatakan bahwa kesalahan yang terjadi pada usia muda Bukan boleh menjadi penghalang bagi seseorang Buat memperbaiki diri dan meraih masa depan.
“Berbuat salah ketika Tetap anak-anak merupakan bagian dari proses pendewasaan diri. Yang terpenting adalah bagaimana pengalaman masa Lampau itu dijadikan pelajaran hidup Buat menjadi pribadi yang lebih Berkualitas,” ujar Marinus Gea Ketika kunjungan di LPKA Kelas I Tangerang, Selasa (10/3/2026).
Ia menegaskan bahwa keberadaan anak-anak di LPKA bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan kesempatan Buat belajar disiplin, memperkuat Watak, serta mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di masa depan.
“Kalian berada di sini bukan akhir dari segalanya. Bahkan ini adalah bagian dari proses belajar dan membangun kedisiplinan. Tekunlah belajar, karena bekal yang kalian dapatkan di sini akan Membangun kalian lebih siap menghadapi kehidupan di luar,” kata Marinus.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi fasilitas dan pembinaan yang diberikan kepada anak-anak di LPKA, termasuk pemenuhan hak-hak mereka dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
“Saya mengapresiasi fasilitas yang Terdapat di sini, mulai dari pemenuhan hak anak, kesehatan, hingga pendidikan. Anak-anak di sini harus diperlakukan seperti anak sendiri di rumah, karena mereka adalah generasi masa depan bangsa,” ungkapnya.
Marinus juga mendorong para petugas LPKA Buat Lalu berperan sebagai figur orang Sepuh bagi anak-anak binaan.
“Petugas di sini bukan hanya menjaga, tetapi juga menjadi orang Sepuh yang mendengar cerita mereka, memberikan arahan, dan menegur ketika diperlukan,” ujarnya.
Ia mengingatkan para anak binaan agar Bukan terjebak pada masa Lampau, melainkan Konsentrasi membangun masa depan.
“Jangan Menyaksikan masa Lampau sebagai penghalang. Lihatlah masa depan kalian. Bukan Terdapat yang mustahil Buat masa depan kalian,” kata Marinus.
Dalam momentum bulan Ramadan, ia juga mengajak anak-anak binaan menjadikan waktu pembinaan sebagai Cerminan spiritual sekaligus kesempatan memperbaiki diri.
“Ramadan adalah momentum Cerminan spiritual. Gunakan waktu ini Buat belajar, membangun Watak, dan Lalu bermimpi. Kalian berhak Mempunyai masa depan dan Mempunyai kesempatan menjadi pemimpin di tengah masyarakat,” tuturnya.
Marinus juga mengapresiasi berbagai kreativitas yang ditunjukkan oleh anak-anak binaan selama menjalani pembinaan.
“Saya Menyaksikan banyak kreativitas di sini. Bekal yang kalian pelajari Bisa menjadi jalan Buat meraih masa depan, bahkan Bukan menutup kemungkinan kalian Bisa menjadi pengusaha besar,” katanya.
Terakhir ia mengatakan bahwa DPR RI akan memperjuangkan berbagai kebutuhan LPKA kepada Kenalan kerja terkait, termasuk Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, agar proses pembinaan terhadap anak-anak dapat berjalan lebih optimal.
