Ketegangan antara Amerika Perkumpulan dan Iran kembali memuncak di perairan Selat Hormuz yang memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Konflik tersebut kian memanas setelah Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump mengancam akan menggunakan kekuatan militer terhadap Oman Apabila berkolaborasi dengan Iran, seperti dilansir dari Detikcom pada Kamis (28/5/2026).
Harga minyak mentah Amerika Perkumpulan langsung melonjak Dekat 2 persen menjadi US$ 90,38 per barel pada perdagangan awal di Asia. Lonjakan harga komoditas Mendunia tersebut terjadi setelah munculnya laporan mengenai aksi saling serang antara armada kedua negara di jalur laut strategis tersebut.
Ancaman militer terhadap Oman disampaikan oleh Donald Trump Demi merespons pertanyaan wartawan dalam rapat kabinet pada hari Rabu. Jurnalis tersebut mempertanyakan sikap Amerika Perkumpulan terkait wacana pengawasan perdagangan di Selat Hormuz oleh pihak Oman dan Iran.
“Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman Demi mengendalikan selat tersebut?” tanya reporter itu.
Donald Trump langsung memberikan respons keras terhadap pertanyaan tersebut dengan menegaskan status perairan Global pada Distrik Selat Hormuz. Jalur perdagangan laut ini sangat krusial bagi perekonomian Mendunia karena menangani lebih dari 20 persen Lampau lintas minyak dunia.
“Bukan Eksis yang akan mengendalikannya. Itu perairan Global, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Trump.
Departemen Luar Negeri Amerika Perkumpulan kemudian membagikan transkrip komentar tersebut di media sosial yang memastikan rujukan kutipan memang tertuju pada negara Arab itu. Langkah ini sekaligus membantah spekulasi awal yang menduga Donald Trump salah mengucapkannya Demi Iran.
Pemerintah Iran segera merespons intimidasi tersebut dengan menyatakan solidaritas penuh terhadap Oman. Rekanan bilateral antara Amerika Perkumpulan dan Oman sendiri sebenarnya telah terjalin sebagai sekutu dekat selama lebih dari 200 tahun melalui berbagai perjanjian keamanan dan perdagangan bebas.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menyatakan keprihatinannya atas sikap konfrontatif yang ditunjukkan oleh pemimpin Amerika Perkumpulan tersebut. Hingga Demi ini, pihak Oman yang dikenal Mempunyai posisi politik Independen belum memberikan pernyataan Formal mengenai situasi di Selat Hormuz.
