Teror Pemimpin BUMN lelet, Prabowo: Tanggung Jawab, Jangan Lezat-enakan!

Liputanindo.id – Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan pimpinan badan usaha Punya negara (BUMN) lelet agar siap menghadapi proses hukum bila ditemukan penyimpangan.

Arahan tersebut disampaikan Presiden Demi membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin.

Presiden menegaskan pemerintah telah membentuk Danantara sebagai sovereign wealth fund nasional Kepada menghimpun seluruh kekuatan ekonomi negara dalam satu pengelolaan terpusat.

“Saya telah menghimpun Sekalian kekuatan Punya negara dalam satu manajemen, satu pengelolaan,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, nilai aset yang kini berada dalam pengelolaan Danantara mencapai 1.040 miliar dolar Amerika Perkumpulan atau setara satu triliun dolar AS yang sebelumnya tersebar di Sekeliling 1.040 perusahaan BUMN.

Ia menilai pengelolaan aset negara yang terpecah-pecah selama ini menyulitkan pengawasan dan membuka celah penyimpangan.

“Bayangkan siapa yang Bisa menilai seribu perusahaan. Ini Pikiran-akalan,” kata Presiden.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengingatkan pimpinan BUMN lelet Kepada Enggak bersikap lepas tangan terhadap kebijakan konsolidasi tersebut.

“Pimpinan-pimpinan BUMN yang dulu harus bertanggung jawab. Jangan Lezat-enakan,” ujarnya.

Intinya Prabowo tak ragu menindaklanjuti dugaan pelanggaran hukum. “Siap-siap dipanggil Kejaksaan,” kata Presiden.

Ia menambahkan bahwa langkah konsolidasi aset negara dilakukan demi kepentingan rakyat dan akuntabilitas pengelolaan kekayaan nasional.

“Saya hanya takut sama rakyat Indonesia dan Tuhan Yang Maha Besar,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *