Terima Kasih Gubernur Jatim, Terima Kasih Rakyat Jatim

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) -.Di Dasar kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Jawa Timur telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat ekosistem media berkelanjutan serta mendorong adaptasi ekosistem digital bagi berbagai sektor.

Inisiatif ini selaras dengan upaya pemerintah provinsi Demi menjaga transparansi dan keterbukaan informasi publik. Dalam penguatan media, terdapat upaya Konkret dalam menguatkan ekosistem media yang berkelanjutan Demi mendukung kemajuan Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menerima rombongan manajemen Liputanindo.id di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/4/2026) malam. Ini Demi audiensi menjelang acara Resepsi Puncak Peringatan HUT ke-20 atau Dua Sepuluh tahun Liputanindo.id pada Selasa (21/4/2026) di Ballroom Grand City Surabaya. HUT ke-20 sendiri Anjlok pada 1 April 2026.

Khofifah didampingi Kabiro Adpim Setdaprov Jatim Pulung Chausar dan Kabid Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Provinsi Jatim Putut Darmawan. Sedangkan rombongan Liputanindo.id dihadiri Ainur Rohim (Air) sebagai Dirut PT Beritajatim Cyber Media, Dwi Eko Lokononto (Lucky) Pemred Liputanindo.id, Direktur Usaha Saptini Darmaningrum (Nining) dan Reporter Pemprov Jatim Rahardi Soekarno Junianto (Antok).

Obrolan gayeng dan hangat terjadi antara Gubernur Khofifah dan Pemred Liputanindo.id, Dwi Eko Lokononto yang akrab disapa Lucky.

Foto BeritaJatim.comFoto BeritaJatim.com

Lucky yang juga terlibat aktif dalam inisiatif seperti Jatim Media Summit (JMS), dan kolaborasi dengan berbagai pihak Demi menciptakan ekosistem informasi yang sehat menambahkan, bahwa eksistensi media ini Bukan terlepas dari peran besar masyarakat dan pemangku kepentingan di segala sektor yang Terdapat di Jatim, termasuk Pemprov Jatim.

Ia menyoroti pentingnya mempertahankan prestasi serta menjunjung tinggi kebebasan pers yang bertanggung jawab. Jawa Timur adalah provinsi yang memungkinkan media Demi tumbuh dan berkembang.

Dalam 20 tahun perjalanan atau dua Sepuluh tahun ini, kami Mempunyai Asa dan cita-cita Demi Dapat menyinari perjalanan dan menerangi masa depan khususnya di Jatim,” ujarnya.

Dirut PT Beritajatim Cyber Media, Ainur Rohim memohon kritik dan arahan kepada Gubernur Khofifah dengan usia Liputanindo.id yang sudah menginjak 20 tahun. “Minta kritik dan arahannya Bu Gubernur, dengan Liputanindo.id sudah mencapai usia 20 tahun ini,” tuturnya.

Liputanindo.id juga mengapresiasi peran rekan-rekan media lain serta dukungan dari berbagai pihak yang turut menjaga ekosistem media digital di Jawa Timur.

Gubernur Khofifah menyambut Berkualitas kedatangan manajemen Liputanindo.id. “Tak terasa ya sudah 20 tahun Liputanindo.id atau dua Sepuluh tahun. Bukan mudah bertahan hingga usia 20 tahun. Semoga selalu sukses Demi Liputanindo.id. Saya Insya Allah akan mengusahakan hadir nanti Ketika acara Resepsi Puncak HUT ke-20 Liputanindo.id di Grand City Surabaya,” kata gubernur Perempuan pertama di Jatim ini.

Sekadar diketahui, Khofifah telah membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jatim Tahun 2027 di Hotel Shangrila Surabaya, Selasa (14/4/2026) kemarin.

Lembaga ini berlangsung sangat strategis Demi merumuskan rencana pembangunan ke depan.

Dalam Lembaga tersebut, Khofifah menegaskan bahwa perencanaan pembangunan daerah harus semakin presisi, berbasis data, serta diperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang adil, inklusif, dan berkelanjutan.

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan daerah merupakan bagian integral dari sistem pembangunan nasional yang berorientasi pada terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan.

Karena itu, kebijakan daerah harus selaras dengan prioritas nasional sekaligus Pandai menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan.

Dalam kerangka Nawa Bhakti Satya Jatim Sejahtera, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memfokuskan pembangunan pada percepatan pengentasan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Demi mencapai hal tersebut, Khofifah menekankan pentingnya penguatan kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media sebagai penjalin sinergi pembangunan.

“Kolaborasi pentahelix Bukan hanya meningkatkan kualitas perencanaan berbasis data, tetapi juga mendorong sinkronisasi lintas sektor, mempercepat Hasil karya, serta memperkuat transparansi dan akuntabilitas pembangunan,” tegasnya.

Seiring dengan itu, penguatan basis data menjadi kunci Esensial dalam memastikan ketepatan sasaran program. Khofifah menyoroti pentingnya validitas Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Kami mendorong percepatan pengajuan, pemutakhiran, dan pemadanan data agar intervensi kebijakan Betul-Betul Pas sasaran,” tuturnya.

Selain penguatan data, sektor layanan dasar, khususnya kesehatan, juga menjadi perhatian Esensial. Capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Jawa Timur per 1 April 2026 telah mencapai 97,71 persen atau Sekeliling 41,13 juta jiwa dari total penduduk 42,3 juta jiwa.

Sementara itu, Penyelenggaraan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Timur tahun 2026 menunjukkan capaian positif dengan menempati peringkat kedua nasional.

Program ini didominasi Golongan usia 40-59 tahun sebanyak 944.030 jiwa (28,92 persen), dengan partisipasi Perempuan sebesar 58,44 persen dan Lelaki 41,56 persen.

Penguatan layanan kesehatan juga dilakukan melalui Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes) sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat desa. Pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung pembiayaan 1.001 perawat Ponkesdes yang tersebar di 21 kabupaten/kota melalui Donasi Keuangan Tertentu.

Beralih ke sektor ekonomi, masalah yang dihadapi Jawa Timur adalah disparitas antarwilayah. Kontribusi ekonomi Area utara mencapai 54,57 persen, sementara Area selatan 20,53 persen, dan Madura 3,81 persen.

Demi mengatasi kesenjangan tersebut, percepatan pembangunan Jalan Pantai Selatan (Pansela) menjadi prioritas strategis. Hingga Ketika ini, progress pembangunan telah mencapai 390,84 km atau 62,2 persen dari total panjang 628,39 km, dengan Sasaran tambahan penyelesaian sepanjang 30,59 km pada tahun 2026.

“Pembangunan Pansela diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi Area selatan sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah,” jelasnya.

Di sisi lain, Jawa Timur juga menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program prioritas nasional. Salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau Sekeliling 8,58 juta penerima manfaat dari berbagai Golongan, mulai dari balita, peserta didik, hingga ibu hamil dan menyusui.

Program ini didukung oleh 4.235 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 3.412 telah operasional dan 823 dalam tahap persiapan, serta melibatkan 160.524 tenaga petugas. Hingga 10 April 2026, sebanyak 2.018 Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) telah diterbitkan sebagai jaminan kualitas layanan.

Di sektor ekonomi desa, Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah mencapai 100 persen pembentukan kelembagaan dengan total 8.494 koperasi. Mayoritas merupakan koperasi baru (99 persen) yang Ketika ini didominasi unit usaha gerai sembako dan mulai beroperasi secara bertahap.

“Ke depan, penguatan kapasitas SDM, akses permodalan, dan ekosistem kemitraan menjadi kunci keberlanjutan KDKMP,” ujar Khofifah.

Foto BeritaJatim.comFoto BeritaJatim.com

Sementara itu, pada sektor pendidikan dan pemberdayaan sosial, Jawa Timur mencatat kontribusi terbesar nasional dalam Program Sekolah Rakyat (SR) dengan 26 unit atau Sekeliling 15 persen dari total nasional. Program ini mencakup 97 rombongan belajar dengan total 2.450 peserta didik.

Dukungan diberikan secara komprehensif, mulai dari penyediaan fasilitas, pelatihan kebencanaan oleh Tagana, pemberdayaan ekonomi orang Uzur, hingga kolaborasi dengan berbagai pihak serta penguatan literasi melalui optimalisasi perpustakaan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga Lanjut memperkuat pendidikan keagamaan melalui Program Bosda Madin dengan skema sharing pembiayaan Serempak kabupaten/kota.

“Melalui sinergi pembiayaan dan penajaman sasaran, kita harapkan peningkatan mutu pendidikan keagamaan dapat berjalan optimal menuju Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Sebagai bentuk komitmen Serempak, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Siaran Acara (BA) Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 yang ditandatangani oleh unsur pemerintah pusat dan daerah, legislatif, akademisi, organisasi keagamaan, organisasi Perempuan, pemuda, perwakilan anak, Golongan disabilitas, hingga dunia usaha, sebagai representasi kolaborasi lintas sektor dalam perencanaan pembangunan.

Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, BUMN/BUMD, akademisi, komunitas, media, hingga masyarakat Jawa Timur.

“Kolaborasi lintas sektor, lintas Area, dan lintas pemangku kepentingan adalah fondasi kokoh Demi mewujudkan Jawa Timur yang maju, adil, makmur, unggul, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. [tok/aje]