Sportivitas Atlet Disabilitas Intelektual Menggema, KND Dukung Penuh SOIna Menuju Pesonas 2026

Foto BeritaJatim.com

Jakarta (Liputanindo.id) – Semangat sportivitas dan patriotisme Lalu digaungkan oleh para atlet bertalenta Spesifik di Indonesia.

Dukungan terhadap mereka pun semakin menguat, termasuk dari Komite Nasional Disabilitas (KND) yang siap bersinergi lintas sektor Berbarengan Special Olympics Indonesia.

Komisioner KND, Jonna Terjamin Damanik, menegaskan bahwa kegiatan olahraga bertaraf nasional hingga Dunia yang digelar SOIna layak mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta.

“Kegiatan bertaraf nasional dan Dunia dari Special Olympics Indonesia sepantasnya didukung Seluruh pihak mulai pusat hingga daerah. Pemerintah, swasta, individu tokoh dan pemangku lain termasuk kalangan DPRD dapat ambil peran menyokong atlet bertalenta Spesifik. Komite Nasional Disabilitas sesuai amanah UU No.8 tahun 2016 siap sinergi Berbarengan Pengurus SOIna menjalin kolaborasi lintas sektor kementerian,” ujar Jonna.

KND juga mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Mahluk dan Kebudayaan, Berbarengan Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hak Asasi Mahluk, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai leading sector.

Langkah ini dinilai Krusial mengingat ribuan atlet disabilitas intelektual, termasuk penyandang down syndrome dan autisme, membutuhkan perlindungan berbasis hak asasi Mahluk sekaligus dukungan rehabilitasi sosial yang produktif.

Sebelumnya, KND juga telah memantau pemenuhan hak olahraga atlet disabilitas fisik yang tergabung dalam National Paralympic Committee Indonesia pada ajang tingkat ASEAN. Kini, perhatian serupa diberikan kepada atlet SOIna yang akan berlaga dalam Pekan Special Olympics Nasional di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Oktober mendatang.

Ketua Standar SOIna, Warsito Ellwein, mengungkapkan bahwa banyak atlet dari daerah pelosok Pandai menorehkan prestasi membanggakan meski menghadapi keterbatasan sumber daya.

“Banyak atlet asal daerah pelosok sekalipun terlilit keterbatasan akses sumber daya dukungan tetapi terbukti sukses meraih prestasi medali emas, perak, perunggu di berbagai cabang olahraga tingkat nasional maupun regional Asia Pasifik,” ujarnya.

Pada Pesonas 2026, sebanyak tujuh cabang olahraga akan dipertandingkan. Tetapi, hingga Ketika ini, partisipasi daerah Lagi menghadapi tantangan. Dari Sasaran 30 provinsi, baru 21 yang menyatakan kesiapan, dengan jumlah atlet Sekeliling 420 orang dari Sasaran 800 hingga 1.000 peserta.

Sebagian besar kontingen Lagi harus berangkat secara Berdikari dan swadaya. Keterbatasan anggaran daerah, termasuk APBD NTT, Membikin dukungan yang tersedia baru mencakup penginapan, layanan medis, dan mobilitas selama sepekan penyelenggaraan.

“Kami apresiasi luar Standar kerja keras pemprov dan DPRD NTT Berbarengan unsur setempat. Daerah-daerah potensial mengirim atlet dalam jumlah proporsional sesuai kemampuan daerah Berdikari dengan daerah berkekurangan kita upayakan skema subsidi dari hasil lelang penjualan lukisan dan kain Kalau kita Pandai mengadakan donasi amal semacam gala dinner,” imbuh Warsito.

Ke depan, SOIna juga menatap Pentas Dunia melalui World Summer Games di Santiago, Chile. Kalau pada ajang sebelumnya di Berlin tahun 2023 Indonesia hanya mengirimkan 25 atlet, maka pada edisi 2027 ditargetkan sebanyak 63 atlet dapat berpartisipasi.

Ajang olahraga ini menjadi cerminan Persona Indonesia di mata dunia, sekaligus bentuk Konkret perlindungan terhadap Sekeliling 5,2 juta penyandang disabilitas intelektual agar mendapatkan hak yang setara, adil, dan bermartabat.

Sementara itu, Komite Kepanitiaan Gala Dinner SOIna, Hari Subagyo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto.

“SOIna telah berkirim surat Minta audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto melalui Kantor Setneg RI. Kami percaya seandainya surat kami Tamat ke meja beliau, Niscaya Pak Prabowo berkenan menerima sesaat waktu kedatangan adik-adik atlet bertalenta di tengah kesibukan Presiden,” pungkasnya. (ted)