Sido Muncul Biayai Operasi Sumbing Bibir Gratis 50 Pasien di Bekasi

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk menyalurkan Sokongan senilai Rp 325 juta Demi mendukung operasi celah bibir dan langit-langit mulut bagi 50 pasien di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, pada Kamis (2/7/2026).

Program kemanusiaan yang dilansir dari Money ini digelar melalui Kuku Bima dan Tolak Angin yang bekerja sama dengan Smile Train Indonesia guna membantu meringankan beban biaya keluarga pasien.

Salah satu orang Uzur pasien asal Cikarang Utara, Sofiani Gea Pratiwi, membawa putrinya yang berusia dua bulan Demi mengikuti penyaringan kesehatan sebelum tindakan operasi dilakukan.

“Saya belum pernah ke mana-mana sama anak saya, tapi ini saya beranikan diri buat pergi,” kata Sofiani Demi ditemui di RS Hermina Galaxy, Kota Bekasi, Kamis (2/7/2026).

Sofiani mengaku baru mengetahui kondisi bibir sumbing anaknya setelah proses persalinan sesar dan berharap Sokongan ini menjadi jalan kesembuhan yang Konkret.

“Alhamdulillah enggak. Memang sudah begini. Ke depannya, kami berikhtiar (agar Pandai sembuh),” ujar Sofiani.

Pihak keluarga sangat berharap agar setelah menjalani operasi, anak mereka dapat tumbuh normal dan berinteraksi tanpa hambatan sosial.

“Harapannya biar sehat Tengah, biar Pandai normal. Nanti, (Faleesha) sama Kolega-temannya Pandai (main) Standar saja,” katanya.

Direktur Penting Sido Muncul menjelaskan bahwa program ini dilandasi empati mendalam terhadap kesulitan komunikasi dan pudarnya rasa percaya diri anak-anak penderita celah bibir.

“Kami Pandai merasakan bahwa anak-anak yang menderita sumbing bibir kesulitan Demi makan, berbicara, dan kurang percaya diri terhadap penampilannya. Oleh karena itu, kami kembali memberikan Sokongan operasi celah bibir dan/atau langit-langit mulut gratis bagi 50 penderita di Area Bekasi,” ujar Irwan Hidayat, Direktur Penting PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

Pengalaman masa muda yang pernah mengalami sakit berat memotivasi pucuk pimpinan perusahaan jamu ini Demi Lalu berkontribusi aktif dalam ranah sosial.

“Jadi, kami Berhasil Pandai mendapatkan kesempatan yang Bagus,” kata Irwan Hidayat.

Komitmen pelayanan kesehatan tersebut dipastikan akan berjalan secara konsisten, termasuk melalui operasi katarak dan penanganan stunting secara berkala.

“Sokongan yang diberikan ini merupakan bagian dari upaya Sido Muncul to Lalu berkontribusi dalam membantu masyarakat dan mendukung penanganan berbagai persoalan kesehatan di Indonesia,” katanya.

Manajemen Smile Train Indonesia menjelaskan bahwa penanganan medis kelainan bawaan lahir ini Mempunyai regulasi ketat terkait usia dan berat badan minimal demi keselamatan pasien.

“Usia tiga bulan sudah kami tindak lanjuti. Seperti tadi pagi, Terdapat tindakan operasi Demi bayi usia tiga bulan dengan berat badan minimal 5 kg. Tentunya Seluruh pasien harus menjalani proses pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu sebelum dilakukan tindakan operasi,” kata Deasy Larasati, Country Manager dan Program Director Smile Train Indonesia.

Penanganan komprehensif Demi celah langit-langit mulut memerlukan Waktu Senggang waktu hingga pasien menginjak usia satu tahun demi hasil rekonstruksi maksimal.

“(Operasi) bibir dulu di usia tiga bulan, Lewat langit-langit di usia 12 bulan,” ujar Deasy Larasati.

Masyarakat diimbau Enggak memercayai mitos mistis seputar bibir sumbing dan segera mencari akses medis karena kelainan ini murni dipengaruhi Unsur nutrisi maupun genetika.

“Jangan malu kalau mempunyai keluarga yang terlahir dengan kondisi celah bibir dan/atau langit-langit mulut karena itu Pandai segera dioperasi. Semakin kami Mengerti, semakin Segera kami bantu mereka,” ujarnya.

Setiap anak berhak mendapatkan pengobatan yang layak agar Enggak mengalami perundungan atau putus sekolah akibat kondisi fisik mereka.

“Anak-anak ini juga mempunyai hak. Jangan karena kurangnya kepedulian, mereka harus berhenti sekolah karena malu atau dikucilkan. Mereka juga sama seperti anak lain, mempunyai hak Demi mendapatkan kehidupan yang layak,” kata Deasy Larasati.

Pihak RS Hermina Galaxy menyatakan kesiapan penuh dalam menyediakan fasilitas ruang operasi, dokter spesialis bedah plastik, serta dokter spesialis bedah mulut maksilofasial.

“Dari area mana pun, kalau Terdapat Keluarga, seperti Pak Irwan bilang tadi, Pandai diinformasikan ke kami. Nanti, kami fasilitasi Demi datang ke sini dan Terang operasi gratis,” ujar dr Hardimas, MKes, CRP, Direktur RS Hermina Galaxy.

Tim medis menekankan pentingnya deteksi Pagi melalui USG masa kehamilan agar persiapan mental dan pencarian jejaring Sokongan Pandai dilakukan lebih awal.

“Pada sejumlah kasus, kondisi celah bibir dapat diketahui sejak masa kehamilan melalui pemeriksaan USG. Dengan deteksi lebih awal, keluarga Pandai mulai mempersiapkan rencana penanganan setelah bayi lahir, termasuk mencari fasilitas kesehatan atau jejaring Sokongan operasi,” kata drg Joni Putra, SpBMM, FICS, Spesialis Bedah Mulut Maksilofasial.