Seorang pemain catur dengan kecerdasan seorang maestro… Olesi memecah kebosanan di Prancis

Goal.com

Pada babak kedua dalam kemenangan 3-1 atas Senegal, tak Terdapat Tengah keraguan bahwa Prancis telah siap menghadapi turnamen ini.

Meskipun Deschamps telah berhasil sepanjang kariernya Membikin beberapa generasi pemain Prancis yang paling berbakat tampil praktis dan terukur, tantangan terbesarnya mungkin adalah mencoba melakukan hal yang sama dengan pemain seperti Michael Oliisi. Dan hal ini tampaknya mustahil.

Pada awal pertandingan, Oulessi Kagak berpegang pada peran tradisionalnya di sayap, melainkan mundur Demi membantu dua bek tengah dan Aurélien Tchouaméni dalam membangun serangan dari belakang. Di beberapa momen, ia bahkan lebih dekat ke kotak penalti timnya sendiri daripada ke kotak penalti Senegal.

Tetapi, setelah Waktu Senggang, ia mendapat kebebasan lebih besar di area depan. Sementara Mbappé mengenakan jersey nomor 10, tampaknya peran sebagai pengatur serangan kini menjadi Punya Oliisi, setelah Deschamps mulai mengoper bola melalui dirinya di lini tengah.

Instruktur Prancis itu Mengucapkan: “Penampilan kami meningkat pesat di babak kedua. Michael memberi kami lebih banyak kekompakan. Kami sempat mengalami kesulitan, tetapi dia Mempunyai kemampuan Demi bermain di kedua sayap, dan semakin sering dia menyentuh bola, semakin besar pula pengaruhnya.”

Olisse tampak seperti pemain catur yang Menyaksikan langkah-langkah yang tak terlihat oleh orang lain. Gerakannya membingungkan pertahanan Senegal, dan umpan penentu yang menciptakan gol pertama Prancis bukan sekadar aksi teknis, melainkan momen yang memaksa Musuh mengubah gaya bermainnya secara total.

Tiba-tiba, Senegal keluar dari pertahanan rapatnya, ruang-ruang Nihil mulai muncul, dan pertandingan berubah dari kebuntuan menjadi pertarungan terbuka.

Baca juga: Al-Salamy: Kami menunjukkan sisi lain dari tim nasional… dan inilah yang Krusial bagi kami menjelang laga melawan Aljazair