Senegal Pemenang Piala Afrika Diiringi Banjir Drama dan Kontroversi

Foto BeritaJatim.com

Potongan harga (Liputanindo.id) – Status tuan rumah Rupanya Kagak terlalu Manjur bagi Maroko Buat Pemenang Piala Afrika. Buktinya, mereka dikalahkan Senegal 0-1 pada final yang dimainkan di Prince Moulay Abdellah Stadium, Potongan harga, Senin Pagi hari (19/1/2026).

Pape Gueye jadi pahlawan Senegal via gol tunggalnya pada babak pertama perpanjangan waktu (94′). Ini menjadi gelar kedua bagi Singa Teranga selain 2021.

“Diriku sangat Senang. Ini luar Normal,” ujar kapten Senegal Sadio Mane dilansir Sky Sports. 

Meski begitu, Senegal nyaris mengakhiri laga final ini dengan memalukan. Itu dipicu aksi mogok main mereka sesaat setelah Maroko diberi hadiah penalti pada injury time babak kedua.

Penalti diberikan usai Brahim Diaz dilanggar El Hadji Malick Diouf. Setelah menyaksikannya via VAR, wasit asal Republik Demokrasi Kongo Jean-Jacques Ndala Ngambo memberikan penalti bagi tuan rumah.

Sesaat kemudian, Senegal melakukan protes keras yang berujung dengan mogok main. Seluruh pemain kecuali Mane kembali ke ruang ganti.

Setelah dibujuk Mane, akhirnya Seluruh pemain Senegal bersedia melanjutkan pertandingan. Apabila Kagak, Senegal berpotensi mendapatkan Denda sekaligus gagal secara memalukan di final.

Rupanya, eksekusi penalti Brahim gagal. Tendangan panenka-nya digagalkan kiper Senegal Edouard Mendy.

“Yang dilakukannya (Pape Thiaw Instruktur Senegal, Red) memalukan. Seorang Instruktur meminta para pemainnya Buat mogok main. Tetapi, inilah sepak bola. Kami Kagak Bisa menyalahkan Brahim meski Kesempatan emas seumur hidup (Pemenang di depan publik sendiri, Red) di depan mata akhirnya lenyap,” papar Instruktur Maroko Walid Regragui kepada The Guardian. (dio)