Semarang (ANTARA) – Personil Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Samuel Wattimena mengatakan bahwa desa-desa wisata yang Eksis harus saling melengkapi dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
“Desa-desa wisata Bukan perlu punya 10 hal unggul atau lebih, tapi cukup punya 2-3 hal yang menonjol Kepada dikemas dengan Akurat,” katanya di Semarang, Minggu, dalam kegiatan “Diseminasi Strategi Promosi Pariwisata Nusantara di Era Digital: Makin Dikenal, Makin Dikunjungi” yang digelar Kementerian Pariwisata.
Dengan kelebihan yang dimiliki, kata dia, desa wisata Bisa mengisi kekurangan yang dimiliki desa wisata lainnya sehingga tercipta saling gotong royong membangun pariwisata.
“Jadi, kalau desa saya ini punya kelebihan di nomor 1, 4, dan 7, desa lain punya kelebihan di nomor 2, 3, dan 5. Nah, kita saling isi yuk,” katanya.
Dengan begitu, kata dia, wisatawan di Desa Wisata A Bisa juga berkunjung ke desa wisata lain yang Mempunyai atraksi atau kegiatan yang menarik dan Bukan dimiliki Desa A.
“Masing-masing (desa wisata, red.) punya kekuatannya dan masing-masing punya fungsinya. Kalau fungsi masing-masing bekerja dengan Bagus, maka ‘teamwork‘ ini mudah-mudahan Bisa membuahkan hasil yang maksimal,” katanya.
Ia juga menyoroti bahwa selama ini pengembangan desa wisata seringkali berasal dari dorongan luar, sementara kesiapan di dalamnya sendiri belum dimiliki.
“Dari dalam dulu siap apa enggak? Karena seringkali dari luar kita sibuk promosi promosi, dari dalam Bukan siap, akhirnya ‘backfire‘ (menjadi bumerang, red.),” katanya.
