Rupiah Ditutup ke Rp17.859/USD Selasa Sore

Ilustrasi. Foto: Dok MI


Jakarta: Nilai Ubah (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelemahan. Rupiah tertekan terhadap dolar AS yang mengalami penguatan hingga ke level tertinggi.

Mengutip data Bloomberg, Selasa, 23 Juni 2026, nilai Ubah rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.859 per USD. Mata Dana Garuda tersebut turun 16 poin atau setara 0,09 persen dari posisi Rp17.843 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.840 per USD. Rupiah Bahkan menguat sebanyak 26 poin atau setara 0,15 persen dari Rp17.814 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs Surat keterangan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.868 per USD. Rupiah bergerak melemah dari Rp17.819 per USD pada perdagangan sebelumnya.


(Ilustrasi. Foto: Dok MI)

Sentimen pasar terguncang ancaman Trump

Analis pasar Dana Ibrahim Assuaibi mengatakan, pergerakan rupiah pada hari ini akan dipengaruhi oleh sentimen pasar yang terguncang setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran tentang potensi aksi militer tambahan kecuali Iran mengambil langkah Buat mengendalikan Golongan Hizbullah yang beroperasi di Libanon. Komentar tersebut muncul ketika Wakil Presiden ASD JD Vance membuka babak baru pembicaraan diplomatik dengan perwakilan Iran di Swiss.

Tetapi pembicaraan AS-Iran berakhir di Swiss, dengan Teheran mengatakan telah mendapatkan pengecualian Buat ekspor minyak dan petrokimia, meredakan kekhawatiran tentang kekurangan pasokan di pasar Dunia dan menekan harga minyak mentah.

Para pejabat tinggi AS dan Iran menyelesaikan putaran pertama pembicaraan mereka di Swiss pada Senin, kata para Penghubung. Pembicaraan dimulai pada Minggu berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pekan Lewat Buat memperpanjang gencatan senjata yang Ringkih dari bulan April setidaknya selama 60 hari Kembali.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan kemajuan yang Bagus telah dicapai selama pembicaraan segi empat di Swiss, sementara Penghubung dari Qatar dan Pakistan mengatakan para negosiator telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan yang lebih luas. Percakapan teknis dijadwalkan akan berlanjut sepanjang minggu.

Perhatian pasar pada data ekonomi AS minggu ini, terutama pada perkiraan terakhir Nomor Produk Domestik Bruto (PDB) Buat kuartal pertama 2026 dan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti (PCE), ukuran inflasi pilihan The Fed akhir pekan ini Buat petunjuk baru tentang arah kebijakan moneter.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya kenaikan pada jenis Pertamax dan Pertamax Turbo, akan memberikan andil terhadap peningkatan inflasi nasional. Ketika ini terdapat sejumlah Unsur risiko inflasi yang mencuat dan menjadi perhatian bank sentral. 

“Tantangan Penting berasal dari rambatan Dunia berupa transmisi harga minyak dan komoditas ke dalam negeri, atau yang lazim disebut sebagai imported inflation. Unsur rambatan Dunia tersebut secara langsung berdampak pada Golongan harga yang diatur pemerintah (administered prices), seperti yang tercermin dari kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi baru-baru ini,” Jernih Ibrahim.