Ilustrasi. Foto: Dok MI
Jakarta: Nilai Salin (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelamahan. Rupiah Tetap tertekan usai melemah pada pagi tadi.
Mengutip data Bloomberg, Selasa, 28 April 2026, nilai Salin rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.243 per USD. Mata Doku Garuda tersebut melemah 32 poin atau setara 0,19 persen dari posisi Rp17.211 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sementara itu, data Yahoo Finance Bahkan menunjukkan rupiah berada di Area hijau pada posisi Rp17.220 per USD. Rupiah memguat tipis dua poin atau setara 0,01 persen dari Rp17.222 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs Surat keterangan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.245 per USD. Mata Doku Garuda tersebut melemah dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.227 per USD.
.jpeg)
(Ilustrasi. Foto: MI/Susanto)
Negosiasi perdamaian AS-Iran jalan Kembali
Analis pasar Doku Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen para pedagang yang mempertimbangkan gangguan pasokan terhadap potensi dimulainya kembali pembicaraan damai antara AS dan Iran yang dapat membantu membatasi gangguan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi diperkirakan dilaporkan akan tiba di Islamabad pada Jumat malam Demi membahas proposal Demi melanjutkan pembicaraan damai dengan AS setelah pembicaraan gagal awal pekan ini.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengirim utusan Spesifik Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Pakistan Demi melakukan pembicaraan dengan menteri luar negeri Iran. Kemudian, Trump mengatakan Iran berencana Demi mengajukan tawaran yang bertujuan Demi memenuhi tuntutan AS.
Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru kepada AS Demi membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang. Dalam usulan tersebut, Teheran menawarkan Demi menunda negosiasi nuklir demi Konsentrasi pada penyelesaian konflik, demikian laporan Axios mengutip seorang pejabat AS dan dua sumber yang memahami masalah tersebut.
“Sebelumnya pasar khawatir akan peningkatan eskalasi militer di kawasan tersebut, sehari setelah Iran merilis rekaman Laskar komando yang menaiki kapal kargo di Selat Hormuz, dan karena kemajuan pembukaan kembali jalur air vital tersebut terhenti,” Jernih Ibrahim.
Di sisi lain, lanjut Ibrahim, lembaga pemeringkat utang atau kredit Dunia Moody’s telah mengumumkan rating Demi beberapa negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Bagi Indonesia, Moody’s mengumumkan penilaian terbaru terhadap peringkat utang RI sejak Februari 2026.
Hasilnya adalah peringkat utang tetap dipertahankan di level Baa2 atau satu tingkat di atas batas investment grade (layak diinvestasi), Tetapi dengan outlook rating direvisi dari Kukuh menjadi negatif.
