Ruang Kerja Haerul Saleh Terbakar 80 Persen Ketika Insiden Kebakaran

Kerusakan masif dilaporkan terjadi pada ruang kerja Member Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, di Dasar empat rumahnya di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Ketika kebakaran maut melanda pada Jumat (8/5/2026). Pihak kepolisian mengonfirmasi bahwa sebagian besar area ruangan tersebut hangus dalam insiden yang merenggut nyawa pejabat negara tersebut.

Kondisi fisik bangunan pascakebakaran diungkapkan oleh Kapolres Jakarta Selatan I Putu Yuni Setiawan Ketika meninjau langsung Letak kejadian di Jalan Teratai. Penilaian sementara menunjukkan bahwa intensitas api paling besar berdampak pada area kerja pribadi korban.

“Ya sementara 80-anlah ya, atas ya terlihat di atas ya, atas ruang kerja beliau ya. 80 persenlah kira-kira,” kata I Putu Yuni Setiawan, Kapolres Jakarta Selatan.

Pihak kepolisian Tetap mengerahkan tim Kepada menyisir sisa-sisa material bangunan guna menemukan titik terang penyebab munculnya api. Penyelidikan ini melibatkan pengumpulan alat bukti fisik serta sinkronisasi dengan keterangan dari para saksi yang berada di Letak Ketika kejadian.

“Itu makanya kan kita dalami di Letak olah TKP Tengah sedang dilaksanakan di atas. Nah dari situ, persesuaian keterangan saksi dan alat bukti, barang bukti yang Terdapat di atas, kan nanti itu Dapat menjelaskan semuanya nanti,” Terang I Putu Yuni Setiawan.

Berdasarkan laporan awal, terdapat empat orang yang berada di dalam rumah tersebut Ketika api mulai berkobar. Meskipun Haerul Saleh ditemukan meninggal dunia, tiga orang lainnya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri dari kepungan api.

“Kalau di atas, keterangan sementara saksi, dengan beliau bertiga. Tapi kan Terdapat yang di Dasar,” kata I Putu Yuni Setiawan.

Tiga orang yang selamat tersebut merupakan asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman almarhum. Ketika ini, penyidik Tetap Pusat perhatian menggali informasi mengenai aktivitas terakhir yang dilakukan di Dasar empat sebelum kebakaran terjadi.

“Nah, itu Tetap kita mintai keterangan dari asisten-asisten rumah tangga, saksi-saksi. Nanti keterangan tersebut kita kumpulkan, kita cari persesuaian dengan alat bukti yang Terdapat di Letak,” imbuh I Putu Yuni Setiawan.