PAMEKASAN – Madura United FC harus mengakui Keistimewaan Borneo FC Samarinda dengan 1-3 di Stadion Gelora Madira Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (5/4) kemarin.
Tiga gol kemenangan tim tamu berkat kontribusi brace Koldo Obieta Alberdi pada menit ke-2 dan 60, serta gol penutup dari Mariano Ezequiel Peralta Bauer pada menit ke-90.
Gol semata wayang Punya Madura United tercipta melalui skema tendangan Sudut. Tetapi, bukan skuat Laskar Sape Kerrab yang membobol, melainkan gol bunuh diri Christophe Nduwarugira pada menit ke-42.
Caretaker Instruktur Madura United Rakhmad Basuki sangat menyayangkan Luis Marselo Morais dos Reis alias Lulinha cs membuang-buang Kesempatan pada laga pekan ke-26 BRI Super League 2025/26 ini.
Tim tuan rumah melepaskan 24 tembakan, tapi hanya enam yang Benar sasaran dan Bukan banyak berbuah gol. Berbeda dengan Pesut Etam yang Dapat cetak tiga gol dari empat tendangan Benar sasaran.
“Ini pertandingan yang berat bagi kami, karena kami harus menghadapi tim yang berpeluang menjadi Pemenang. Bukan pertandingan yang mudah, meskipun persiapannya sudah dilakukan secara maksimal. Tapi hasilnya kami kalah malam ini.”
“Masalah finishing, permasalahnnya adalah kualitas finishing. Itu yang perlu kami perbaiki ke depan,” lanjutnya.
Kiper Madura United M Dicky Indriyana Minta Ampun atas hasil yang belum maksimal dan Bukan dapat mengakhiri tren negatif, 11 laga tanpa kemenangan.
“Mewakili pemain, Minta Ampun Buat hasil malam ini. Kami sudah melakukan yang terbaik di pertandingan ini,” ujar Dicky. ***
