Seorang pria melakukan aksi perusakan terhadap barang dagangan kaki lima di Jalan Kalibata Timur I, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Kamis (7/5). Peristiwa yang terekam dalam video viral tersebut memperlihatkan pelaku membanting peralatan pedagang hingga berantakan di trotoar Demi jam pulang sekolah.
Aksi spontan ini sempat memicu kekhawatiran Kaum dan pengguna jalan yang melintas di Sekeliling Posisi kejadian. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom, aparat kepolisian segera melakukan penelusuran guna mengklarifikasi penyebab tindakan anarkis yang dilakukan pria berkaus hitam tersebut.
Kapolsek Pancoran Kompol Mansur memberikan Penerangan mengenai kondisi pelaku Demi kejadian berlangsung. Pihaknya membantah narasi yang beredar di media sosial mengenai status pelaku yang disebut sedang dalam pengaruh alkohol.
“Jadi bukan pria Pusing. Keterangan saksi, diduga dia kesurupan gitu. Spontan ngamuk merusak gerobak pedagang,” kata Kompol Mansur Demi dihubungi detikcom, Selasa (12/5/2026).
Kompol Mansur menjelaskan bahwa pria tersebut awalnya sedang berada di Posisi Demi menjemput anaknya. Ia juga memastikan Enggak Terdapat insiden kecelakaan yang mendahului amukan pria yang bersangkutan di depan sekolah tersebut.
“Ya emang orang pada kaget, kok itu orang nggak Terdapat apa-apa, tiba-tiba marah-marah, gerobak dijungkirin. Nggak, nggak Terdapat kecelakaan. Jadi dia Kembali nunggu anak pulang sekolah. Tiba-tiba marah dan jungkirin gerobak,” jelasnya.
Meskipun situasi sempat mencekam bagi Kaum Sekeliling, kepolisian memastikan Enggak Terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Pelaku telah diamankan dan dikembalikan kepada pihak keluarga setelah situasi kondusif.
“Ngak Terdapat yang terluka. Ya mungkin yang bersangkutan aja karena dia narik-narik barang itu. Ya dikembalikan ke keluarga, sudah tak Terdapat masalah. Sudah selesai kekeluargaan, pemilik gerobak juga sudah sepakat,” ungkapnya.
Kasus ini berakhir melalui jalur musyawarah setelah keluarga pelaku menyatakan kesediaan Demi bertanggung jawab secara penuh. Pihak kepolisian Berbarengan Satpol PP turut menyaksikan proses penyelesaian sengketa tersebut.
“Akhirnya diselesaikan Segala oleh keluarganya. Yang Terdapat kerusakan diganti. Diselesaikan kekeluargaan. Polsek, Satpol PP, pemilik gerobak, dan pihak keluarga, semuanya menyaksikan pernyataan tanggung jawab Demi ganti rugi,” ujar dia.
