Petugas pemadam kebakaran langsung bergerak memadamkan titik api yang kembali muncul di Letak kebakaran permukiman padat penduduk Kelurahan Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Jumat (29/5/2026) pagi.
Kemunculan sisa api di tiga titik berbeda tersebut memicu kepulan asap tinggi di tengah proses penanganan oleh petugas. Berdasarkan laporan dari Detikcom, peristiwa kebakaran awal melanda Daerah tersebut sejak Kamis (28/5/2026) malam.
Kemunculan bara api baru ini dipicu oleh adanya material yang tertimbun oleh puing-puing bangunan yang roboh. Petugas di lapangan harus mengurai sisa bangunan tersebut agar proses pembasahan berjalan efektif.
“Biasanya karena ketimbun itu, timbun bangunan. Jadi ketimbun bangunan perlu, perlu dikorek, perlu diurai biar materialnya terurai baru kita padamin,” kata Seman Riyadi, Petugas Satgas Damkar Kel. Krendang.
Seman memastikan bahwa pergerakan Segera dari tim pemadam Membikin situasi di Letak berangsur Terjamin terkendali. Petugas menyisir area terdampak secara detail guna mengantisipasi penyebaran api lebih lanjut.
“Pemadaman sekarang itu karena Terdapat beberapa titik yang perlu diselesaikan. Ini sih sudah Bukan membahayakan. Tapi karena Terdapat material yang tertimbun bangunan, perlu dikorek-korek, diangkat materialnya baru kita pemadaman,” kata Seman Riyadi.
Akibat dari musibah kebakaran besar di kawasan padat penduduk ini menghanguskan puluhan tempat tinggal Penduduk. Data mengenai jumlah korban terdampak dicatat langsung oleh pihak berwenang setempat.
“Sebanyak 115 KK (terdampak kebakaran) dan 250 jiwa,” kata Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Etnis Dinas Gulkarmat Jakarta Barat.
Insiden kebakaran itu menghanguskan total 27 rumah Penduduk yang tersebar di beberapa RT. Kebakaran yang pertama kali dilaporkan pada Kamis pukul 19.47 WIB tersebut baru berhasil dipadamkan secara total pada pukul 23.32 WIB setelah mengerahkan 21 unit mobil pemadam kebakaran.
