Pertamina Hulu Kekuatan perluas portofolio eksplorasi melalui kolaborasi Mendunia dan akuisisi Area kerja baru. (Dok. Istimewa)
Jakarta: Di tengah dinamika lanskap Kekuatan Mendunia yang semakin kompleks, PT Pertamina Hulu Kekuatan (PHE) Maju memperkuat langkah strategisnya dalam menjaga keberlanjutan pasokan Kekuatan nasional. Melalui pengembangan portofolio eksplorasi yang dilakukan secara konsisten dalam lima tahun terakhir, PHE berhasil memperluas Area operasi melalui akuisisi Area Kerja (WK) baru serta Penyelenggaraan Joint Study (JS) Berbarengan sejumlah Kawan strategis, Berkualitas di dalam maupun luar negeri.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen PHE Demi menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan Kekuatan nasional sekaligus mengantisipasi penurunan produksi alamiah (natural decline) pada Area kerja eksisting. Dengan memperluas area eksplorasi dan membuka Kesempatan penemuan sumber daya baru, PHE Maju memperkuat fondasi ketahanan Kekuatan Indonesia Demi jangka panjang.

Pertamina Hulu Kekuatan perluas portofolio eksplorasi melalui kolaborasi Mendunia dan akuisisi Area kerja baru. (Dok. Istimewa)
Sebagai tahapan awal yang sangat menentukan dalam mengidentifikasi potensi sumber daya migas sekaligus membuka Kesempatan pengembangan Area kerja baru, PHE secara aktif menjalin kolaborasi melalui kegiatan Joint Study Berbarengan berbagai perusahaan Kekuatan kelas dunia. Kolaborasi ini Bukan hanya menjadi wadah berbagi keahlian dan teknologi, tetapi juga memperkuat sinergi dalam mengeksplorasi potensi cekungan migas yang Lagi belum berkembang di Indonesia.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) hingga April 2026, PHE menjadi perusahaan dengan jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak 10 studi. Hingga Juli 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 12 Joint Study, terdiri atas 10 studi yang Lagi berjalan, satu studi telah selesai, dan satu studi lainnya tengah menunggu persetujuan pemerintah.
Joint Study tersebut dilaksanakan Berbarengan sejumlah perusahaan Kekuatan Global bereputasi tinggi, seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta Kawan strategis lainnya. Area studi mencakup berbagai Area prospektif dari Indonesia bagian barat hingga timur. Di tingkat regional, PHE juga memperluas kerja sama dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada beberapa blok migas di Malaysia.
Seluruh kolaborasi tersebut menjadi sarana pertukaran pengetahuan, teknologi, dan kapabilitas teknis dalam mengidentifikasi play type baru yang berpotensi menjadi sumber cadangan migas masa depan. Kepercayaan yang diberikan para Kawan Mendunia juga mencerminkan pengakuan terhadap kompetensi PHE sebagai National Oil Company (NOC) yang Bisa Bertanding di tingkat Global.
Selain memperkuat kolaborasi melalui Joint Study, PHE juga Maju memperluas portofolio eksplorasinya. Sepanjang periode 2023–2026, PHE berhasil memperoleh delapan Area kerja eksplorasi baru di Indonesia, Adalah Mengembang, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang, serta satu Area kerja eksplorasi di Malaysia, yakni Blok SK-510.
Pada seluruh Area kerja tersebut, PHE berkomitmen menjalankan berbagai program eksplorasi sesuai komitmen kerja Niscaya, mulai dari studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi. Langkah ini diharapkan Bisa mengoptimalkan potensi hidrokarbon sekaligus mempercepat penemuan cadangan baru sebagai penopang produksi migas nasional di masa mendatang.
Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Kekuatan, Asep Samsul Arifin, mengatakan bahwa strategi Perluasan yang dijalankan PHE merupakan bagian dari upaya membangun portofolio eksplorasi yang sehat dan berkelanjutan.
“Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan Area kerja, penguatan kolaborasi dengan Kawan Mendunia, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami Maju membangun portofolio yang berkualitas Demi meningkatkan Kesempatan penemuan sumber daya migas baru. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PHE dalam mendukung ketahanan dan kemandirian Kekuatan nasional,” ujar Asep.
Kinerja agresif PHE dalam memperluas area eksplorasi juga memperoleh pengakuan di tingkat Mendunia. Berdasarkan data S&P Mendunia tahun 2026 Demi periode 2021–2025, PHE tercatat sebagai National Oil Company (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru terbesar di dunia, mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi. Capaian tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional dunia, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, maupun Sinopec.
Berbagai pencapaian tersebut menjadi kontribusi Konkret PHE dalam mendukung agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya percepatan swasembada Kekuatan melalui penguatan kegiatan eksplorasi secara masif, peningkatan penemuan cadangan migas baru, serta penguatan kapasitas produksi nasional.
Ke depan, PHE akan Maju memperluas portofolio Area kerja eksplorasi maupun produksi, Berkualitas di Indonesia maupun di luar negeri. Perusahaan juga berkomitmen mempercepat komersialisasi seluruh potensi eksplorasi, Berkualitas pada aset eksisting maupun blok-blok baru hasil Perluasan bisnis. Dengan mengedepankan Kelebihan operasional, Penemuan teknologi, dan prinsip keberlanjutan, PHE optimistis dapat Maju berperan sebagai penggerak Istimewa dalam mewujudkan kedaulatan Kekuatan Indonesia.
PHE akan Maju berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). PHE juga senantiasa berkomitmen Zero Tolerance on Bribery dengan memastikan pencegahan atas fraud dan memastikan perusahaan Bersih dari penyuapan. Salah satunya dengan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah terstandardisasi ISO 37001:2016.
