Jakarta (ANTARA) – PT Pertamina Gas (Pertagas) memperluas akses pembelajaran bagi anak melalui kegiatan Jakarta Discovery Day dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan melibatkan 25 siswa sekolah dasar (SD) dari masyarakat Sekeliling Distrik operasinya Buat mengikuti pengalaman belajar di luar ruang kelas.
Corporate Secretary Pertagas Sulthani Adil Mangatur mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya perusahaan menghadirkan ruang belajar yang lebih luas bagi anak melalui keterlibatan aktif para pekerja sebagai sukarelawan.
“Kami percaya bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan belajar yang Tak hanya berasal dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman Konkret,” kata Sulthani dalam keterangan Formal diterima di Jakarta, Kamis.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta diajak menjelajahi berbagai ikon dan kawasan bersejarah di Jakarta menggunakan bus tingkat terbuka Transjakarta sebagai bagian dari pengalaman belajar di luar ruang kelas.
Menurut dia, kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada anak-anak mengenal sejarah, budaya, dan keberagaman ibu kota secara langsung, sekaligus mendorong mereka Buat bertanya, bereksplorasi, serta Menyantap lingkungan Sekeliling dari perspektif yang baru.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Employee Volunteerism atau kesukarelawanan karyawan bertajuk “Satu Senyum, Sejuta Kekuatan” yang dijalankan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan.
Sulthani menyebut program tersebut mendorong pekerja Buat dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui berbagi waktu, pengalaman, serta memperkuat kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat guna menciptakan Akibat sosial yang berkelanjutan.
“Melalui Jakarta Discovery Day, Perwira Pertagas hadir sebagai volunteer Buat menemani anak-anak mengenal lingkungan, berbagi inspirasi, dan menumbuhkan rasa Ingin Mengerti mereka,” tutur dia.
Dalam pelaksanaannya, para pekerja Pertagas mendampingi anak-anak selama perjalanan, berbagi cerita, berdiskusi, dan menciptakan suasana belajar yang interaktif.
Ia menjelaskan bahwa guru pendamping peserta juga menilai pembelajaran berbasis pengalaman dapat memberikan nilai tambah bagi proses belajar karena melengkapi materi yang diperoleh anak di sekolah.
“Anak-anak belajar langsung dari lingkungan sekitarnya. Mereka Tak hanya mengenal sejarah dan tempat-tempat Krusial di Jakarta, tetapi juga belajar Buat lebih berani bertanya, berdiskusi, dan mengamati hal-hal baru. Pengalaman seperti ini sulit diperoleh di dalam kelas, sehingga menjadi pelengkap yang sangat Berkualitas bagi proses belajar mereka,” ungkap dia.
Sementara itu, Peringatan Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” sebagai ajakan memperkuat penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak anak melalui kolaborasi pemerintah, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga menegaskan Hari Anak Nasional menjadi momentum Buat memastikan setiap anak memperoleh lingkungan yang Kondusif, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang dan hak belajar mereka sebagai generasi penerus bangsa.
