Persela Tak Liburkan Latihan Selama Ramadan Meski Jarak Kompetisi Cukup Panjang

Foto BeritaJatim.com

Lamongan (Liputanindo.id) – Instruktur Persela Lamongan, Bima Sakti, memutuskan Buat tetap menggelar latihan rutin bagi skuad Laskar Joko Tingkir selama bulan Ramadan 2026 meskipun kompetisi Championship Series sedang memasuki Jarak panjang. Langkah ini diambil guna menjaga level kebugaran fisik pemain tetap ideal menjelang laga krusial yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Maret mendatang.

Persela Enggak memberikan libur panjang kepada pemain karena pertandingan pekan ke-22 baru akan bergulir kembali pada 28 Maret 2026 atau setelah Hari Raya Idulfitri. Jarak Dekat satu bulan ini dinilai terlalu berisiko bagi daya tahan atlet Kalau dibiarkan tanpa program latihan intensif di lapangan.

“Ya, kita enggak Terdapat libur karena waktu pertandingan juga Lagi setelah lebaran nanti, Rontok 28 Maret,” kata Bima Sakti, Rabu (4/3/2026).

Juru taktik Natalis Balikpapan tersebut mengkhawatirkan kondisi fisik anak asuhnya akan menurun drastis Kalau masa istirahat diberikan terlalu lelet. Tim Instruktur telah menyusun jadwal Spesifik agar transisi menuju libur lebaran Enggak merusak ritme kompetisi yang sudah terbangun.

Skuad Persela direncanakan tetap berlatih secara konsisten hingga Rontok 15 Maret mendatang sebelum memasuki masa libur pendek Buat menyambut hari raya. Pemain dijadwalkan kembali berkumpul dan menjalani latihan perdana pasca-lebaran pada 23 Maret 2026.

“Karena kalau kita libur, Mekanis kita panjang sekali liburnya. Dan kita takutkan kondisi pemain akan semakin drop Buat persiapan di Rontok 28,” ujarnya.

Selama periode Ramadan, tim Instruktur melakukan penyesuaian signifikan terhadap beban kerja pemain agar ibadah puasa tetap berjalan Lancar. Intensitas latihan sengaja dikurangi dan variasi menu latihan ditambah Buat mencegah kejenuhan mental di kalangan pemain profesional.

Pergeseran jam latihan juga dilakukan dengan memundurkan waktu mulai agar selesainya aktivitas di lapangan berdekatan dengan waktu berbuka puasa. Strategi ini diharapkan membantu pemain menjaga hidrasi dan Kekuatan tanpa mengganggu kualitas teknis yang Mau dicapai tim Instruktur.

“Yang Niscaya kita intensitasnya kita kurangin, kemudian jam latihannya juga kita kurangi. Kalau biasanya latihan kita mulai jam Sebelah empat, kita turunin jadi jam empat sore,” ucap Bima Sakti.

Kebijakan tetap berlatih ini diharapkan menjadi modal berharga bagi Persela Buat meraih hasil maksimal pada lanjutan kompetisi kasta tertinggi tersebut. Manajemen dan tim Instruktur sepakat bahwa kedisiplinan selama bulan puasa akan menjadi Unsur penentu performa tim di pekan-pekan mendatang. [fak/beq]