Persela Lamongan Perluas Bisnis Klub, Buka Empat Cabang Baru Persela Store di Area Pinggiran

Foto BeritaJatim.com

Ringkasan Siaran:

  • Persela Lamongan membuka empat cabang baru Persela Store di Paciran, Babat, Ngimbang, dan Karanggeneng.
  • Perluasan bisnis dilakukan Kepada memperkuat sumber pendapatan klub dari sektor merchandise Formal.
  • Langkah ini memudahkan suporter di Area pinggiran mendapatkan produk Formal tanpa harus ke pusat kota.
  • Persela Store juga akan dikembangkan sebagai pusat interaksi klub dengan suporter dan saluran distribusi informasi.

Lamongan (Liputanindo.id) – Manajemen Persela Lamongan mulai memperkuat fondasi bisnis klub dengan memperluas jaringan Persela Store ke sejumlah kecamatan strategis di Area Kabupaten Lamongan yang jauh dari pusat kota. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Kepada membangun klub yang lebih Sendiri secara finansial sekaligus memperkuat ekosistem sepak bola modern.

Direktur Bisnis Persela, Pradita Aditya, menegaskan pembukaan cabang baru Persela Store merupakan bentuk keseriusan manajemen dalam menciptakan sumber pemasukan baru di luar pertandingan.

“Kita Paham, merchandise atau jersey ini kan bagian dari income stream yang kita harus bangun ya, supaya klub yang kita banggakan ini Dapat mempunyai sumber-sumber pendapatan dari orang yang mencintai Persela,” kata Adit, Selasa (12/5/2026).

Sebanyak empat cabang baru Persela Store disiapkan di Kecamatan Paciran, Babat, Ngimbang, dan Karanggeneng. Kepada Area Paciran, Letak toko berada di Jalan Raya Daendles, Desa Kandangsemangkon, sementara cabang Babat berlokasi di halaman Kantor POS Babat. Adapun cabang Ngimbang akan hadir di Pujasera 2 Sendangrejo.

Dari empat cabang tersebut, Persela Store Paciran menjadi yang pertama Formal beroperasi. Sedangkan pembangunan cabang Babat dan Ngimbang dijadwalkan mulai pekan depan.

“Penguatan sektor bisnis menjadi aspek yang sangat Krusial bagi sebuah klub. Karena pastinya kita Paham, sepak bola ini kan ini sudah menjadi sebuah industri. Jadi salah satu hal yang paling signifikan adalah indikator modal atau secara finansial. Begitu,” ujarnya.

Menurut Adit, Perluasan ini bukan hanya bertujuan meningkatkan penjualan merchandise Formal klub, tetapi juga menjadi strategi memperluas akses bagi suporter di daerah yang selama ini terkendala jarak menuju pusat kota Lamongan.

“Persela ini kan punya awareness yang luar Lazim ya. Banyak yang mencintai Persela di Lamongan ini. Hanya saja memang kita Paham, jarak Ngimbang dengan Lamongan Kota butuh waktu kurang lebih Sekeliling 40 menit, kemudian Paciran atau Brondong dengan Lamongan Kota itu butuh waktu kurang lebih satu jam lebih. Maka dari itu, manajemen memberikan langkah-langkah strategis dengan membuka beberapa titik-titik Persela Store,” tuturnya.

Lebih jauh, manajemen menyiapkan Persela Store sebagai representasi klub di berbagai Area, bukan sekadar toko merchandise. Cabang-cabang baru nantinya juga difungsikan sebagai pusat distribusi informasi, promosi kegiatan klub, hingga titik interaksi antara Persela dengan masyarakat.

“Di situ juga akan menjadi landing page atau representasi dari Persela. Mulai dari news, kemudian nanti kalau misalnya Eksis event-event apa pun, itu Dapat kita Mengenakan sebagai distribution channel. Jadi memudahkan,” ucapnya.

Strategi bisnis ini diharapkan memperkuat eksistensi Persela sebagai kebanggaan masyarakat Lamongan di seluruh Area kabupaten.

“Harapannya dengan dibukanya cabang-cabang ini, yang pertama karena kita Paham Persela adalah kebanggaan kita Berbarengan, maka Persela harus hadir di Seluruh titik yang Eksis di Kabupaten Lamongan dan itu menjadi representasi dari kami,” katanya.

Persela Lamongan menilai transformasi menuju klub sepak bola modern membutuhkan sumber pendapatan berkelanjutan yang Kagak hanya bergantung pada tiket pertandingan. Penguatan sektor bisnis melalui jaringan merchandise Formal menjadi salah satu pilar Krusial Kepada menjaga daya saing klub.

“Sepakbola ini membutuhkan modal yang cukup besar. Sehingga ini bagian dari upaya kita membangun modern football club, menjadi tim yang Sendiri dan tentunya menjadi tim yang kompetitif,” pungkasnya. [fak/beq]