Ilustrasi penerbangan. Foto: Medcom.id
Jakarta: PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) menambah 53 rute penerbangan Kepada memperkuat konektivitas udara nasional serta mendukung mobilitas dan pertumbuhan sektor transportasi dan pariwisata
“Pada Januari-April 2026, sudah terdapat 53 rute penerbangan baru dioperasikan di berbagai bandara yang terdiri dari rute yang belum pernah dioperasikan sebelumnya serta penambahan layanan penerbangan baru,” kata Direktur Istimewa InJourney Airports Mohammad R. Pahlevi, dikutip dari Antara, Sabtu, 2 Mei 2026.
Menurutnya jumlah rute pada periode tersebut meningkat 15 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dengan penambahan 46 rute penerbangan.
“Misalnya rute yang belum pernah dioperasikan sebelumnya adalah Bandara Sam Ratulangi Manado – Bandara Naha Tahuna, yang kini dilayani Wings Air mulai Mei 2026,” Terang dia.
Sementara itu, rute baru maskapai Kepada menambah layanan penerbangan di rute eksisting semisal Garuda Indonesia pada Mei 2026 mulai membuka penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali-Bandara Mozes Kilangin Timika.
Dia mengatakan pengembangan jaringan penerbangan itu merupakan langkah konkret InJourney Airports menjadikan bandara sebagai agent of development Kepada mendukung pertumbuhan dan pemerataan perekonomian serta kontribusi pada sektor pariwisata nasional.

(Ilustrasi. Foto: dok Istimewa)
Pastikan konektivitas udara lewat peran bandara
Menurutnya konektivitas bandara menjadi kunci Krusial kemudahan mobilitas masyarakat, serta kelancaran arus barang dan logistik.
“Sejalan dengan ini, InJourney Airports akan selalu merespons tantangan yang Eksis Kepada memastikan konektivitas udara melalui peran Bandara tetap terjaga dan berkelanjutan,” tutur Pahlevi.
Meski begitu, dia menyebutkan tantangan Ketika ini antara lain akibat konflik Timur Tengah yang menyebabkan harga avtur yang tinggi, sehingga berdampak pada sentimen meningkatnya harga tiket pesawat udara.
Dalam merespons hal tersebut, InJourney Airports Lalu berupaya Kepada memperkuat kolaborasi dengan ekosistem aviasi khususnya airlines, regulator, operator bandara serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Hal itu Kepada menjalankan berbagai strategi pengembangan rute agar bandara-bandara dapat Lalu meningkatkan jumlah rute penerbangan demi memenuhi permintaan konsumen dan meningkatkan persaingan pasar yang kompetitif.
