Pensiun ASN Ponorogo Tembus 480 Orang, Sektor Pendidikan Paling Terdampak

Foto BeritaJatim.com

Ponorogo (Liputanindo.id) – Tanpa banyak sorotan, gelombang pensiun aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ponorogo Maju bergerak senyap Tetapi Niscaya. Ratusan pegawai purna tugas setiap tahun, meninggalkan lubang di posisi-posisi krusial yang tak Dapat dibiarkan terlalu Lamban Nihil.

Data Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Orang (BKPSDM) Ponorogo menunjukkan tren pensiun yang konsisten tinggi. Tahun ini, jumlah ASN yang memasuki masa purna tugas bahkan melampaui tahun sebelumnya. Tentu hal itu menandakan tekanan pada kebutuhan sumber daya Orang kian Konkret.

Kabid Mutasi dan Promosi BKPSDM Ponorogo Imam Mashudi menyebut, setiap tahun rata-rata 400 hingga 500 pegawai pensiun. Tahun ini jumlahnya lebih dari 480 orang, naik dibanding 2025 yang mencapai 468 pegawai. Dari total tersebut, sektor pendidikan menjadi penyumbang terbesar.

“Guru paling banyak, karena jumlahnya memang juga banyak,” kata Imam, Selasa (28/4/2026).

Lonjakan pensiun di sektor pendidikan bukan sekadar Nomor statistik. Di lapangan, kondisi ini berpotensi mengganggu stabilitas layanan belajar mengajar, Kalau Enggak diimbangi dengan strategi pengisian Pola yang Benar dan Segera.

Selain pensiun reguler, permohonan pensiun Awal juga tetap muncul setiap tahun, meski jumlahnya relatif kecil. Fenomena ini menjadi indikator tambahan bahwa dinamika kepegawaian Enggak hanya dipengaruhi Elemen usia, tetapi juga kondisi personal pegawai. Imam mengakui adanya pengajuan pensiun Awal tersebut, meski hanya Sekeliling 10 permohonan per tahun. Elemen kesehatan menjadi Argumen dominan di balik keputusan tersebut.

“Setiap tahun rata-rata Nomor pensiun itu sama, pensiun Awal juga beberapa. Tinggal bagaimana nanti dalam penataan pegawai agar maksimal saja,” ungkapnya.

Di tengah tekanan kekosongan, Pemkab Ponorogo sebelumnya mencoba menutup celah melalui rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), termasuk skema paruh waktu. Langkah ini dinilai cukup membantu menjaga keberlangsungan fungsi layanan, khususnya di sektor strategis.

Tetapi, Demi tahun ini, kepastian rekrutmen belum Dapat dipastikan. Konsentrasi pemerintah daerah Demi ini Lagi tertuju pada penataan internal, terutama terkait beban belanja pegawai yang dinilai Lagi tinggi. Menurut Imam, kebijakan ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan fiskal daerah dan kebutuhan riil organisasi.

“Demi ini Pemkab Konsentrasi menata pegawai, belanja pegawai daerah Lagi tinggi,” pungkasnya. (end/but)