Pendampingan Berkelanjutan Dongkrak Omzet UMKM

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.


Jakarta: Peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Tak cukup hanya melalui Sokongan permodalan. Upaya tersebut harus didukung dengan peningkatan kompetensi serta pendampingan yang berkelanjutan agar memberikan Akibat Konkret di lapangan.

“Pendampingan harus menghasilkan Akibat yang Konkret. Ketika pelaku UMKM memperoleh keterampilan baru, Bisa memanfaatkan teknologi digital, dan memperluas pasar, maka usaha mereka akan tumbuh dan manfaatnya Bisa dirasakan masyarakat di sekitarnya,” ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan tertulis, dikutip dari Media Indonesia, Jumat, 10 Juli 2026.

 

Sandiaga menambahkan keberhasilan sebuah UMKM Tak hanya diukur dari kenaikan omzet. Tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Keberhasilan sebuah UMKM bukan hanya diukur dari kenaikan omzet, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan menginspirasi pelaku usaha lain Demi berkembang Serempak,” tutur Sandiaga.

Akibat Konkret dari program inkubasi bentukan Sandiaga Uno ini dirasakan langsung oleh Ningsih, pemilik usaha Paham Baso Mama Ulum di Jatinegara, Jakarta Timur. Perempuan yang merintis usaha rumahan sejak 10 tahun Lampau itu mengaku omzet usahanya kini melonjak dua kali lipat menjadi Rp16 juta per pekan, dari yang sebelumnya hanya berkisar Rp7 juta hingga Rp8 juta per minggu.

Banjirnya pesanan setelah mengikuti pelatihan Membangun Ningsih Tak Kembali Bisa bekerja seorang diri. Ia pun mengajak para tetangganya Demi membantu proses produksi Paham bakso yang kini juga menginspirasi Anggota Sekeliling membuka usaha Independen.

“Dulu saya mengerjakan semuanya sendiri. Sekarang karena pesanan semakin banyak, saya mengajak tetangga ikut Membangun Paham bakso. Dampaknya bukan hanya dirasakan saya dan keluarga. Banyak tetangga yang sekarang Bisa berjualan Paham bakso dan mendapatkan tambahan Pendapatan setiap hari,” kata Ningsih.



Ningsih, pemilik usaha Paham Baso Mama Ulum di Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Dok. Istimewa.

Perjalanan Ningsih membangun usaha Tak instan. Sebelum memproduksi Paham bakso Serempak suaminya yang merupakan mantan pedagang bakso keliling, Ningsih adalah seorang penjual jamu keliling menggunakan sepeda yang terpaksa berhenti demi mengurus anaknya yang mulai bersekolah.

Perubahan besar dalam bisnisnya terjadi setelah ia Berjumpa dengan Coach Ida Noor Meida, Kenalan Inkubator Yayasan Indonesia Setara Punya Sandiaga Uno, dalam kegiatan bazar dan coaching clinic di Kecamatan Jatinegara pada 2018. Melalui program ini, Ningsih mendapatkan pengetahuan baru mulai dari Langkah menghitung harga pokok produksi (HPP), strategi pemasaran digital, pemanfaatan media sosial, hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI) Demi promosi.

“Sepuluh tahun Lampau saya Lagi berjualan jamu gendong. Sekarang Alhamdulillah omzet usaha sudah mencapai Sekeliling Rp16 juta per minggu dari bakso Paham. Pendampingan ini Membangun saya lebih percaya diri memasarkan produk melalui media sosial dan menerapkan ilmu yang saya dapat selama pelatihan,” ucap Ningsih.