Pendampingan Bantu Difabel Kepada Berkarya dan Berdikari Secara Ekonomi

Pertamina Patra Niaga merangkul kalangan disabilitas. Foto: Dok istimewa


Jakarta: Pertamina Patra Niaga merangkul kalangan disabilitas sebagai bagian dari denyut usahanya di sektor Kekuatan nasional. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program Community Involvement & Development (CID) yang dijalankan di berbagai Kawasan operasional perusahaan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menegaskan, perusahaan Enggak hanya Pusat perhatian pada bisnis, tetapi juga berkomitmen menciptakan ruang yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Pertamina Patra Niaga hadir Kepada Seluruh kalangan. Melalui program CID, kami membuka Kesempatan bagi Kolega-Kolega difabel Kepada berkarya, meningkatkan kapasitas diri, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Roberth dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Salah satu program unggulan adalah Pemberdayaan Inklusi Kolega Istimewa (Perintis) yang dijalankan Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan melalui Kedai Kopi Kolega Istimewa di Kabupaten Indramayu. Sejak berdiri pada 2023, kedai yang dikelola langsung oleh Kolega-Kolega tuli tersebut telah memberikan manfaat kepada 155 penyandang tuli dan berhasil mencatatkan omzet hingga Rp300 juta sepanjang tahun 2025. 

“Lebih dari sekadar tempat usaha, kedai ini menjadi simbol kemandirian dan bukti bahwa penyandang disabilitas Mempunyai kesempatan yang sama Kepada berkembang dan berdaya,” ungkap dia.

Komitmen  dalam mendorong kemandirian penyandang disabilitas juga diwujudkan melalui Program Setara (Sinergi Rekan Inklusi) yang digagas oleh perusahaan afiliasi, PT Polytama Propindo sejak 2023. Program ini mengembangkan Penemuan kaki Palsu Polystep berbahan limbah polipropilena Siklus ulang sebagai solusi akses alat bantu yang lebih terjangkau sekaligus mendukung ekonomi sirkular.

“Hingga Demi ini, Program Setara telah memberikan manfaat kepada 114 penerima manfaat di Indramayu dan menghasilkan pendapatan Dekat Rp190 juta sepanjang 2025,” jelasnya.


(Salah satu program unggulan adalah Pemberdayaan Inklusi Kolega Istimewa (Perintis)?. Foto: Dok istimewa)

Membuka Kesempatan penyandang disabilitas berkarya dan Berdikari

Ketua Grup Difabel Indramayu, Suprayitno mengaku merasakan perubahan besar sejak hadirnya Program Setara. Menurutnya, program ini Enggak hanya membantu menyediakan alat bantu yang lebih terjangkau, tetapi juga membuka Kesempatan bagi penyandang disabilitas Kepada berkarya dan Berdikari secara ekonomi.

“Dulu kami sering terkendala karena alat bantu sangat mahal dan sulit didapat. Sekarang kami Dapat Membikin sendiri, belajar, bahkan menjual hasil produksi kami. Ini bukan sekadar Sokongan, tapi bentuk pengakuan bahwa kami setara,” ujar Suprayitno penuh haru.

Sementara itu, di Kabupaten Boyolali, Fuel Terminal Boyolali menjalankan Program Difabelpreneur Kresna Patra yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan akses kerja bagi penyandang disabilitas. Melalui pelatihan menjahit, pengembangan lembaga penyalur kerja inklusif, serta pendirian Pusat Kegiatan Masyarakat (PKBM) Inklusi Dwija Praja Amarta, program ini berhasil membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Program ini juga menghadirkan Penemuan mesin jahit ramah disabilitas Jr-Difa yang memanfaatkan scrap besi perusahaan dan telah memperoleh hak paten. Selain itu, pemanfaatan limbah minyak jelantah dan botol plastik turut mendukung pembiayaan pendidikan peserta PKBM inklusi.

Dampaknya sangat signifikan. Inkubasi  tenaga kerja disabilitas Kresna Patra telah berhasil menyalurkan 170 penyandang disabilitas ke berbagai industri garmen lokal di Boyolali, sehingga membuka akses kerja dan Kesempatan ekonomi yang lebih luas.

“Pertamina Patra Niaga Enggak hanya mendistribusikan Kekuatan, tetapi juga membuka Kesempatan dan menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Kami percaya keberhasilan bisnis harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan,” pungkas Roberth.