Singkawang (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang, Kalimantan Barat mengusulkan pembangunan apron tambahan di Bandara Singkawang kepada Kementerian Perhubungan sebagai upaya meningkatkan kapasitas operasional bandara sekaligus mendukung pembukaan rute penerbangan baru.
“Pembangunan apron tambahan diharapkan dapat memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie Ketika kegiatan Ngopi Morning Serempak Media di Singkawang, Jumat.
Wali Kota mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan karena Ketika ini Bandara Singkawang baru Mempunyai satu apron (tempat parkir pesawat) yang membatasi pelayanan pesawat apabila terdapat jadwal penerbangan yang berdekatan.
“Ketika ini apron baru Terdapat satu. Kalau Terdapat dua pesawat datang secara bersamaan, salah satu pesawat harus menunggu di udara hingga apron Nihil. Karena itu kami berharap pemerintah pusat dapat mendukung pembangunan apron tambahan,” katanya.
Menurut dia, peningkatan kapasitas apron menjadi kebutuhan mendesak seiring rencana pengembangan layanan penerbangan dari dan menuju Bandara Singkawang.
Selain mengusulkan pembangunan apron, Pemkot Singkawang juga telah menyampaikan permohonan kepada Kementerian Perhubungan Kepada membuka rute penerbangan baru, antara lain Singkawang-Yogyakarta pulang pergi (PP) dan Singkawang-Surabaya PP.
“Apabila rute penerbangan bertambah, tentu fasilitas pendukung seperti apron dan area parkir pesawat juga harus ditingkatkan agar operasional bandara berjalan optimal,” ujarnya.
Tjhai Chui Mie mengatakan proposal pengembangan Bandara Singkawang telah beberapa kali disampaikan kepada Kementerian Perhubungan, Berkualitas pada masa menteri sebelumnya maupun kepada menteri yang menjabat Ketika ini.
Ia berharap usulan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah pusat mengingat keberadaan Bandara Singkawang Mempunyai peran strategis dalam meningkatkan konektivitas Kawasan, mempercepat mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata di Kalimantan Barat.
Menurut dia, sejak dioperasikan, Bandara Singkawang Lanjut menunjukkan perkembangan. Pada tahap awal, operasional penerbangan dilakukan melalui sistem penerbangan carter sebanyak 66 kali sebelum akhirnya melayani penerbangan reguler sejak 22 Maret 2025.
Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada para donatur yang telah mendukung pembangunan Bandara Singkawang hingga dapat beroperasi dan melayani kebutuhan transportasi udara masyarakat.
Pemkot Singkawang optimistis penambahan apron beserta pengembangan fasilitas pendukung lainnya akan meningkatkan kapasitas pelayanan bandara, membuka Kesempatan penambahan frekuensi dan rute penerbangan, serta memperkuat peran Bandara Singkawang sebagai salah satu simpul konektivitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
