Bangkalan (Liputanindo.id) – Indonesia Tengah-Tengah menorehkan “prestasi” yang mengguncang dunia. Sayangnya, bukan prestasi hebat. Melainkan berbalik 180 derajat. Tendangan Kungfu karya personel Putra Jaya Pasuruan Muhammad Hilmi Gimnastiar kepada pemain Perseta 1970 Tulungagung Firman Nugraha Tamat diunggah akun media sosial La Gazzetta dello Sport.
“Kejutan Indonesia: Inilah Salah Satu Pelanggaran Terburuk yang Pernah Eksis,” bunyi judul unggahan La Gazzetta dello Sport di Instagram mereka lengkap dengan cuplikan video insiden yang menghebohkan dunia sepak bola tersebut.
Media yang bermarkas di Milan itu bukan sembarang media. Mereka merupakan media olahraga terbaik Italia dan sudah berdiri sejak 129 tahun silam.
Artinya, tendangan Kungfu yang terjadi pada lanjutan Aliansi 4 Jawa Timur yang dimainkan di Stadion Gelora Bangkalan itu sudah mendunia. Mengingatkan tendangan serupa yang dilakukan Nigel de Jong kepada Xabi Alonso pada final Piala Dunia 2010.
Bahkan, dada Firman terlihat memar berbentuk tapak sepatu Hilmi. Juga Eksis keretakan di tulang rusuknya. Sedangkan Hilmi telah diskors seumur hidup akibat ulahnya.
Hingga Jumat sore (9/1/2026), terpantau lebih dari 1.000 komentar menyerbu unggahan La Gazzetta dello Sport itu. Tentunya, Eksis beberapa warganet Indonesia yang mampir. Tetapi, tak sedikit warganet Italia dan belahan dunia lainnya yang tertarik berkomentar.
“Eric Cantona menyukai ini,” tulis @antoninocalt1979. Komentar tersebut mendapat Nyaris 200 love. Itu merujuk kepada tendangan Kungfu Cantona kepada salah seorang pendukung Crystal Palace pada lanjutan Premier League di Selhurst Park 25 Januari 1995. (dio)
