Pemkot Mojokerto Gencarkan Deteksi Pagi Kanker Leher Rahim Melalui Seminar dan Sosialisasi HPV DNA

Foto BeritaJatim.com

Mojokerto (Liputanindo.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto Maju memperkuat upaya pencegahan kanker leher rahim melalui edukasi dan deteksi Pagi. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Deteksi Pagi Kanker Leher Rahim dan Sosialisasi Pemeriksaan HPV DNA yang digelar di Hall Prajna Wijaya Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada.

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Mojo Health Fest dalam peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota (Wawali) Mojokerto, Rachman Sidharta Arisandi, dan diikuti oleh ibu-ibu serta perwakilan organisasi Perempuan se-Kota Mojokerto.

Dalam sambutannya, Cak Sandi (sapaan akrab, red) menegaskan bahwa kesehatan Perempuan harus menjadi perhatian Berbarengan. Menurutnya, Perempuan Mempunyai peran Krusial dalam keluarga maupun masyarakat, Tetapi kerap mengabaikan kesehatan diri sendiri karena lebih mengutamakan kebutuhan orang lain.

“Perempuan itu luar Lazim kuat. Mengurus rumah tangga, mendampingi anak, merawat orang Uzur, bahkan bekerja. Tetapi Bahkan karena merasa kuat, kesehatan diri sendiri sering kali diabaikan,” ungkapnya, Jumat (12/6/2026).

Ia mengajak masyarakat Buat mengubah pola pikir tersebut dengan lebih Acuh terhadap kesehatan melalui pemeriksaan secara berkala. Menurutnya, pencegahan dan deteksi Pagi merupakan langkah terbaik Buat mengurangi risiko penyakit berkembang ke stadium lanjut. “Lebih Bagus Paham lebih awal daripada terlambat menyesal. Jangan menunggu sakit Buat memeriksakan diri,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Cak Sandi juga mengingatkan pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai langkah pencegahan kanker leher rahim. Ia menjelaskan bahwa vaksin HPV kini telah menjadi program bagi anak usia 9 tahun dan membutuhkan dukungan penuh dari para orang Uzur.

Selain vaksinasi, pemeriksaan HPV DNA dinilai menjadi salah satu terobosan Krusial dalam upaya deteksi Pagi kanker leher rahim. Pemeriksaan ini Pandai mendeteksi risiko kanker secara lebih Pagi dan lebih presisi sebelum berkembang menjadi kanker.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap deteksi Pagi menunjukkan hasil positif.

Pada tahun 2024, sebanyak 6.288 Perempuan telah menjalani skrining kanker leher rahim. Nomor tersebut meningkat menjadi 8.718 Perempuan pada tahun 2025. Sementara hingga Mei 2026, capaian skrining telah mencapai 4.228 Perempuan. Dengan demikian, total skrining selama tiga tahun terakhir tercatat Sekeliling 19.244 Perempuan.

Meski demikian, Cak Sandi menilai Tetap diperlukan kerja sama berbagai pihak Buat meningkatkan kesadaran masyarakat. Ia menyebut Tetap Terdapat Kaum yang merasa takut, malu, atau menunda pemeriksaan karena merasa dirinya sehat.

Karena itu, ia mengajak seluruh peserta seminar Buat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing. Peran kader kesehatan, organisasi Perempuan, dan masyarakat dinilai sangat Krusial dalam mengajak keluarga maupun tetangga melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

“Saya berharap ibu-ibu yang hadir hari ini Bukan hanya menjadi peserta seminar, tetapi juga menjadi penggerak di lingkungan masing-masing. Ajak Kerabat, tetangga, dan masyarakat Sekeliling Buat Berbarengan-sama melakukan pemeriksaan,” pesannya.

Melalui Seminar Deteksi Pagi Kanker Leher Rahim dan Sosialisasi Pemeriksaan HPV DNA ini, Pemerintah Kota Mojokerto berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi Pagi kanker leher rahim Maju meningkat.

“Sayangi diri, lindungi keluarga, dan selamatkan masa depan. Jangan menunggu sakit Buat Acuh. Lebih Bagus Paham lebih awal agar kita dapat bertindak lebih Segera,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemkot Mojokerto dalam mewujudkan masyarakat yang sehat sekaligus mendukung rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Mojokerto melalui Mojo Health Fest yang mengedepankan edukasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. [tin/kun]