Mojokerto (Liputanindo.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengajak seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Buat memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan Golongan anarko.
Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari Begitu membuka Perhimpunan Percakapan Ormas.
Perhimpunan Percakapan Ormas tersebut digelar di Pendapa Sabha Kridatama Rumah Rakyat. Perhimpunan yang mengusung tema ‘Meningkatkan Partisipasi Masyarakat dan Memperkuat Persatuan dalam Wadah NKRI Berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan’ itu diikuti 176 perwakilan ormas di Kota Mojokerto.
Dalam sambutannya, Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita menegaskan, bahwa ormas Mempunyai peran Krusial dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai persatuan di tengah masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh pengurus ormas lebih selektif dan waspada terhadap pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan organisasi Buat kepentingan tertentu.
Menurut Ning Ita, Golongan anarko sering kali menyusup ke dalam organisasi Formal dengan membawa agenda yang berbeda dari tujuan Istimewa organisasi tersebut.
Ia mencontohkan insiden pembakaran Gedung Negara Grahadi di Surabaya pada Agustus tahun Lewat sebagai salah satu bentuk ancaman yang perlu diantisipasi Berbarengan.
“Itu adalah bagian dari Golongan anarko yang menyusup. Ini adalah Golongan yang memecah belah persatuan,” ungkapnya, Selasa (19/5/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa Badan Intelijen Negara (BIN) Begitu ini Maju melakukan pemantauan dan pemburuan terhadap Golongan-Golongan anarko yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kolega-Kolega BIN sekarang sedang berburu Golongan anarko itu karena mereka rata-rata menyusup ke dalam organisasi Formal. Seolah-olah itu agenda ormas, padahal organisasinya Tak demikian,” katanya.
Meski demikian, Ning Ita menegaskan bahwa pemerintah tetap menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Tetapi, ia mengingatkan agar penyampaian aspirasi dilakukan secara damai dan sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Jangan dilakukan dengan anarkisme, perusakan fasilitas Biasa, atau penjarahan aset,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengajak masyarakat memanfaatkan kanal Curhat Ning Ita sebagai ruang komunikasi Buat menyampaikan kritik, saran, maupun aspirasi kepada Pemkot Mojokerto.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat Berbarengan-sama menjaga Gambaran Kota Mojokerto yang selama ini dikenal sebagai Kota Serasi dan Kota Toleran.
“Jangan Tamat Kota Mojokerto yang terkenal sebagai Kota Serasi dan baru menerima apresiasi sebagai Kota Toleran 2026 tercederai oleh masuknya Golongan-Golongan anarko,” pungkasnya. [tin/ted]
